Mohon tunggu...
Raqeesha Azhrila
Raqeesha Azhrila Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa Ilmu Informasi dan Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Society 5.0: Solusi Peningkatan Infrastruktur di Indonesia

27 Mei 2019   14:15 Diperbarui: 27 Mei 2019   14:22 0 0 0 Mohon Tunggu...
Society 5.0: Solusi Peningkatan Infrastruktur di Indonesia
foto : indonesiatravel

Kehidupan sekarang ini telah dibantu banyak oleh perubahan yang dibawa pada masa Revolusi Industri 4.0 terutama dalam memproduksi barang. Setelah kemunculan Revolusi Industri 4.0, Jepang meluncurkan Society 5.0 atau yang bisa disebut juga Masyarakat 5.0, dimana hal tersebut adalah perubahan dari Masyarakat sebelum-sebelumnya. Seperti dari masa dimana masyarakat berkumpul dan berburu ataupun masyarakat agraris.

Lalu apa itu Society 5.0? Sesuai dengan namanya, sudah pasti hal ini menyangkut masyarakat. Society 5.0 merupakan era dimana manusia akan lebih cerdas dalam bermasyarakat dan mengembangkan teknologi yang kian pesat. Hal tersebut mulai diterapkan oleh Jepang dalam membangun kehidupan di sana, namun, tidak hanya di Jepang. Penerapan Society 5.0 juga bisa dilakukan oleh Indonesia, salah satunya pada bidang infrastruktur. Terlebih lagi di Indonesia sedang dilakukan peningkatan infrastruktur yang bisa dibilang besar.

Dalam penerapannya, hal ini mengubah manusia dalam pengecekan secara manual pada tiap infrastruktur yang ada menjadi pengecekan secara automatis oleh sensor, Artificial Intelligent dan robot. Ketiga hal tersebut akan digunakan dalam memeriksa dan juga pemeliharaan infrastruktur, seperti pada jalan raya, jembatan maupun saluran air. Indonesia sedang melakukan pembangunan besar-besaran pada bidang infrastrukturnya, bisa dilihat dalam pembuatan jalan tol baru dan akses-akses lainnya seperti, Jalan Sumbawa Besar -- Dompu Mulus di Nusa Tenggara Barat.

Pengecekan yang dilakukan rata-rata masih dengan cara manual, Society 5.0 akan membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya tanpa benar benar menggantikan pekerjaan manusia tersebut. Pada intinya, teknologi yang akan digunakan tidak akan menggantikan pekerjaan manusia sepenuhnya, namun mempermudah penyelesaian masalah yang ada dengan manusia.

Dengan Society 5.0, manusia bisa memantau mengenai tingkat kerusakan atau kendala yang ada pada infrastruktur dari manapun sehingga manusia tidak harus melakukan pemeriksaan setiap saat pada lapangan secara langsung. Manusia akan dibantu dengan sensor, AI maupun robot untuk mendeteksi kendala yang ada dan akan dipantau oleh manusia sendiri. Bantuan dari teknologi yang ada juga membantu peningkatan infrastruktur ini berlangsung dengan efektif tanpa membuang waktu.

Ketika kendala ditemukan oleh sensor yang dipantau oleh manusia sendiri, manusia akan secara langsung melakukan tindakan untuk mengatasinya. Lain halnya ketika pemeriksaan itu secara manual dan dilakukan terjadwal hanya seperti seminggu dua kali, kendala tersebut akan ditemukan dalam waktu lama dan penyelesaiannya pun juga lama. Maka, Society 5.0 akan memudahkan manusia dalam peningkatan infrastruktur. Apalagi, mengingat sebentar lagi waktu lebaran akan tiba yang berarti, mudik akan dilakukan. Tingkat kerusakan maupun kendala pada infrastruktur akan lebih tinggi, dan penerapan Society 5.0 akan menjadi solusi dalam mengatasinya.

Sumber Terkait

https://properti.kompas.com/read/2019/01/28/115422021/society-50-solusi-jepang-atasi-defisit-penduduk-dan-infrastruktur 

https://www.liputan6.com/global/read/3884921/4-dampak-positif-dari-penerapan-masyarakat-50-besutan-jepang 

http://presidenri.go.id/infrastruktur.html