Mohon tunggu...
Asep Abdul Aziz
Asep Abdul Aziz Mohon Tunggu... Asisten Pribadi - Pendidikan Berkelanjutan

Tidaklah seseorang membuat karya tulis pada hari ini melainkan keesokan harinya dia berkata: Jika bagian ini diubah, tentu lebih indah. Jika bagian itu ditambah, tentu lebih jelas. Jika yang ini didahulukan, niscaya lebih menawan. Jika yang itu dihilangkan, niscaya lebih rupawan. (Ali Muhammad Hasan Al-‘Imadi)

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Penerapan Model Pembelajaran Konstruktivisme Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Esai

4 Maret 2021   12:55 Diperbarui: 4 Maret 2021   13:01 1694
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Abstrak

Penelitian ini dimaksudkan untuk menerapkan model yang efektif dalam pembelajaran menulis esai. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen. Model pembelajaran konstruktivisme yang mengajak siswa untuk aktif dan kreatif, mengkonstruksi pengetahuan berdasarkan pengalaman, memecahkan, dan bergelut dengan ide-ide. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan menerapkan ide-ide siswa serta menerapkan strategi mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hal-hal berikut: (1) peningkatan kemampuan menulis esai siswa dengan model pembelajaran konstruktivisme; (2) peningkatan kemampuan menulis esai siswa dengan model pembelajaran tradisional; (3) perbedaan antara kemampuan menulis esai siswa dengan menggunakan model pembelajaran konstruktivisme dan model pembelajaran tradisional. Model pembelajaran konstruktivisme efektif meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis esai dari nilai rata-rata 61,3 menjadi 79. Keefektifan model pembelajaran konstruktivisme dibuktikan dengan uji hipotesis terhadap data hasil kedua kelas dengan taraf signifikansi 0,05 dan diperoleh hasil bahwa t hitung = 3,73; selanjutnya t hitung tersebut dibandingkan dengan t tabel. Dengan dk = 45 dan taraf kesalahan 5%, maka t tabel = 2,00172. Dari hal ini terlihat bahwa t hitung lebih besar dari pada t tabel (3,73 > 2,00172). Bila t hitung lebih besar atau sama dengan t tabel, maka Ha diterima dan Ho ditolak.

Kata Kunci : model pembelajaran, konstruktivisme, menulis esai

Pendahuluan

Latar Belakang

Saat ini terdapat beragam inovasi baru di dalam dunia pendidikan terutama pada proses pembelajaran. Salah satu inovasi tersebut adalah model pembelajaran konstruktivisme. Pemilihan model pembelajaran konstruktivisme lebih dikarenakan agar pembelajaran membuat siswa antusias terhadap persoalan yang ada sehingga siswa mau mencoba memecahkan persoalannya. Pembelajaran di kelas masih dominan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab sehingga kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berintekrasi langsung kepada benda-benda konkret.

Menurut kaum konstruktivis, guru berperan membantu agar proses pengkonstruksian pengetahuan oleh siswa berjalan lancar. Guru tidak mentransferkan pengetahuan yang telah dimilikinya, melainkan membantu siswa membentuk pengetahuannya sendiri (Budiningsih, 2012:59). Dengan demikian, mengajar dalam pandangan konstruktivisme diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan guru untuk memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya.

Konsep pembelajaran konstruktivisme merupakan pembelajaran yang didasarkan pada pemahaman bahwa proses belajar yang dilakukan siswa merupakan proses konstruksi pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman yang dilakukan oleh siswa. Dalam proses pembelajaran konstruktivisme, guru dituntut untuk menjadi fasilitator yang baik, yang mampu menggali potensi yang dimiliki oleh siswa.

Siswa merupakan objek utama dalam kegiatan belajar mengajar. Siswa memiliki sejumlah potensi yang harus dikembangkan. Guru sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar mengajar harus terampil menentukan dan memilih bahan, metode, dan teknik yang tepat. Di dalam pembelajaran bermakna, pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman lalu dan pengalaman belajar yang baru diperoleh baiknya dikomunikasikan. Pengetahuan tersebut yang kemudian oleh siswa dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Namun, kenyataan di kelas menunjukkan bukanlah pembelajaran bermakna yang berlangsung melainkan pembelajaran yang berpihak pada pengetahuan dan pengalaman guru semata. Siswa siap menerima pengetahuan dari guru. Lalu pengalaman belajar siswa hanya diperoleh melalui teori-teori yang disampaikan guru. Sehingga siswa menjadi kurang kreatif dalam menuangkan gagasan atau pengetahuannya ke dalam bentuk tulisan.

Masalah Penelitian

Suatu masalah perlu dirumuskan terlebih dahulu supaya jelas dan berdasarkan latar belakang masalah, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut.

  1. Apakah model pembelajaran konstruktivisme dapat meningkatkan kemampuan menulis esai siswa kelas XII MA Nurul Bayan Cikalongkulon?
  2. Apakah model pembelajaran tradisional dapat meningkatkan kemampuan menulis esai siswa kelas XII MA Nurul Bayan Cikalongkulon?
  3. Apakah ada perbedaan antara kemampuan menulis esai siswa kelas XII MA Nurul Bayan Cikalongkulon dengan menggunakan model pembelajaran konstruktivisme dan model pembelajaran tradisional?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun