Mohon tunggu...
azas tigor nainggolan
azas tigor nainggolan Mohon Tunggu... Pengacara - Advokat dan Analis Kebijakan Transportasi

Aktivis Perkotaan yang advokat dan Analis Kebijakan Transportasi

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Garuda akan Tutup Karena Utang Rp 70 Triliun?

27 Oktober 2021   12:10 Diperbarui: 27 Oktober 2021   14:27 156 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Hukum. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Garuda hutang Rp 70 trilyun.

Berarti Garuda diKORUPSI oleh pejabatnya sendiri selama ini setidaknya Rp 70 Trilyun.

Perusahaan maskapai nasional Garuda dalam kondisi kolaps dengan hutang mencapai Rp 70 trilyun. Jika kondisi ini tidak ditangani maka bisa jadi Garuda ada di tutup karena bangkrut. Berat memang kondisi yang dialami maskapai Garuda jika tidak segera ditangani. Hingga presiden Jokowi pun meminta agar menteri BUMN Erick Tohir menutup BUMN yang merugi terus untuk ditutup.

Masuk akal jika presiden Jokowi meminta langkah konkrit dari Erick Tohir dalam menyelesaikan masalah maskapai BUMN Garuda. Presiden Jokowi pun mengatakan tidak akan mensubsidi lagu Garuda karena memang tidak layak lagi untuk dibantu. Walau banyak pihak menekan dan menggunakan posisi nama baik RI dan kepentingan pekerja Garuda untuk menekan pemerintah agar mempertahankan Garuda agar tetap beroperasi atau tidak ditutup.

Saya sepakat jika Garuda diperjuangkan untuk bertahan dan tetap beroperasi. Saya juga sepakat jika presiden Jokowi menghentikan subsidi untuk Garuda agar bisa tetap berusaha dan meminta menteri BUMN Erick Tohir bertindak tegas. Mari kita berangkat dari sikap presiden Jokowi agar menteri BUMN Erick Tohir bertindak tegas. Kondisi ini menurut saya bukan tidak bisa diselesaikan dan bukan tanda kiamat asal menteri Erick Tohir bertindak dan kerja nyata menangani penyelesaian Garuda agar beroperasi kembali.

Erick Tohir diangkat oleh presiden Jokowi menjadi menteri BUMN untuk menyelesaikan carut marut serta korupsi berjamaah di BUMN. Nah salah satu BUMN terkorup ini adalah maskapai nasional Garuda yang berhutang sampai Rp 70 trilyun. Melihat kasus Garuda ini membuktikan bahwa bisa jadi ada salah urus secara sengaja oleh manajemen Garuda selama ini oleh para pejabat di Garuda juga pemerintah. Salah urus dilakukan agar para pejabat di Garuda serta pemerintah terkait melakukan korupsi secara berjamaah.

Saya mengatakan pembiaran salah urus dan korupsi berjamaah karena situasi korup ini berjalan lama hingga didapat data hutang hingga Rp 70 trilyun. Mengapa demikian? Garuda sebagai perusahaan merugi tetapi para pejabat Garuda hidup kaya raya dan kawin mawin seperti binatang. Ada kasus korupsi dan penyimpangan Garuda terang benderang tapi tidak ada penyelesaian tuntas dari pemerintah.  Artinya pemerintah sendiri dalam hal ini yang terkait dengan BUMN juga mendiamkan tanpa penanganan tuntas.

Untunglah ada masa pandemi COVID 19 sehingga membantu membongkar korupsi berjamaah di beberapa BUMN termasuk terbesar adalah di Garuda. Jadi masa Pandemi COVID 19 bukan penyebab perusahaan BUMN merugi atau bangkrut. Menurut saya justru masa Pandemi COVID membantu membongkar salah urus dan korupsi di Garuda. Kok korupsi penyebab Garuda berhutang Rp 70 trilyun? Ya coba kehidupan para pejabat Garuda selama ini? Coba lihat mereka hidup mewah kaya raya, kawin mawin, sampai selundupkan sepeda mewah menggunakan Garuda. Tapi sampai sekarang tidak jelas penanganan kasusnya. Para pelaku hidup aman, bermewah-mewah, kawin mawin dilindungi justru oleh pejabat pemerintah yang terkait dengan urusan BUMN.

Pertanyaan sekarang, apakah bisa diselamatkan maskapai Garuda? Saya mau katakan bisa dengan cara tegas memeriksa - mengaudit dan membongkar tuntas kasus korupsi Garuda. Korupsi Garuda bisa jadi lebih dari Rp 70 trilyun yang dilakukan para pejabatnya Garuda. Bagaimana caranya menyelamatkan Garuda? Lakukan:

1. Menteri BUMN Erick Tohir membentuk Tim Independen untuk menangani carut marut dan korupsi berjamaah di Garuda.  

2. Menteri BUMn Erick Tohir bekerja sama dengan Bareskrim dan KPK untuk lakukan audit tuntas keuangan dan  manajemen Garuda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan