Alfiyah  Qurrotu A.
Alfiyah Qurrotu A. Mahasiswa

masih belajar, dan selamanya akan begitu.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Membangun Minat Beragama pada Anak Usia Dini

16 April 2018   23:38 Diperbarui: 16 April 2018   23:51 952 1 0
Membangun Minat Beragama pada Anak Usia Dini
Ilustrasi gambar dari ikimfm.my

Pendidikan merupakan salah satu upaya pelestarian moralitas yang sangat berpengaruh dalam kehidupan suatu bangsa. Kehidupan suatu bangsa membutuhkan pendidikan sebagai salah satu alat untuk mencetak generasi yag bermutu. Pendidikan dalam hal ini tidak bisa terlepas dari peran pendidikan anak usia dini yang memberikan bimbingan dan pengenalan mengenai nilai agama dan moral kepada anak sejak awal masa pertumbuhan.

Dengan begitu, pendidikan seharusnya mampu menghadirkan generasi yang bermoral dan berkarakter kuat karena manusia sesungguhnya dapat dididik. Mengacu pada sebuah agama yaitu islam, di Indonesia mayoritas penduduknya memeluk agama ini.

Dalam islam juga telah mengajarkan nilai nilai positif yang bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat. Meskipun begitu, upaya dalam kebaikan selalu ada saja hal yang sedikit demi sedikit mulai merampas dengan halus. Berbagai tanda tanda perilaku yang merusak seperti maraknya kasus kasus kekerasan di sekolah sekolah yang semakin hari semakin membludak semakin menunjukkan kehancuran sebuah bangsa.

Melihat hal tersebut, semakin terlihat jika pendidikan anak usia dini patut disebut sebagai bagian penting dalam melakukan antisipasi serta konstribusi dalam menanamkan nilai nilai moral pada anak anak Indonesia. Kecerdasan spiritual sangat dibutuhkan dalam hal ini, untuk itu saya akan sedikit mengulasnya beberapa strategi khusus dalam penerapannya

Menanamkan rasa cinta kepada Allah
 Sebuah upaya untuk membimbing anak menuju akidah yang benar dengan mendidik mereka untuk mencintai Allah. Pada masa ini, anak mulai dikenalkan kepada makhluk makhluk Allah. Mengajari anak dengan mengajaknya untuk mencintai seluruh ciptaannya, termasuk mencintai orang tua, keluarga, dan tetangga. Dengan begitu anak akan memiliki pribadi penuh cinta kasih, sehingga perkataan dan perbuatannya menjadi menyenangkan dan tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesamanya.

Mencium dan membelai Anak
 Mencium anak merupakan hal yang mampu memenuhi kebutuhannya akan kasih sayang. Termasuk dengan belaian, bagi seorang anak hal ini sangat membantu menghasilkan rasa aman dan nyaman untuk pertumbuhan anak menjadi pribadi yang penuh kasih sayang.

Memberikan Penghargaan
 Anak harus mengetahui bahwa dirinya merupakan sumber kebahagiaan orang tua, keluarga, guru, dan orang lain. dengan diperlakukannya seolah seperti orang yang berharga membuat anak semakin membuatnya untuk merasa dibutuhkan oleh orang lain. dari situlah timbul sebuah pembelajaran nilai nilai agama dan moral.

Pengulangan dalam Proses Pembelajaran
 Inti dari beberapa strategi pemngembangan nilai agama dan moral kepada anak adalah bagaimana kemudian orangtua atau guru membuatnya konsisten secara terus menerus yang kemudian akan menjadi sebuah karakter anak.

Strategi pengembangan nilai nilai agama dan moral melalui pembentukan karakter pada diri seorang anak didapatkan pada lingkungannya. Baik itu keluarga, teman, maupun masyarakat tempat ia bergaul dalam kesehariannya. Untuk itu, wajib bagi kita, untuk terus mengawasi pertumbuhan dan perkembangan anak sembari terus memperbaiki kualitas diri demi terwujudnya generasi unggul di masa mendatang.
 Semoga bermanfaat.


 Malang, 16 April 2018
 Alfiyah Qurrotu A’yunina