Mohon tunggu...
Ayu Mintorogo
Ayu Mintorogo Mohon Tunggu... -

pasif, mencari jati diri

Selanjutnya

Tutup

Diary

Ngekost Itu Biasa, Coba Deh Masuk Mess

18 Desember 2015   17:59 Diperbarui: 7 Agustus 2022   10:37 9705 2 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi keset di mess. (PEXELS/KELLY LACY via kompas.com)

Pernah dengar mess? Bagi beberapa orang mungkin kata ini agak asing berbeda dengan kost, kedua kata ini memiliki makna yang sama yaitu tempat tinggal tapi berbeda dengan kost yang biasanya dalam satu kamar ditinggali 1 s/d 3 orang.

Mess adalah tempat tinggal yang disediakan perusahaan untuk karyawannya, jumlah orang yang mendiaminya pun tergantung kebijakan perusahaan, mess dapat berbentuk kamar atau bisa juga rumah.

Saya sudah 4tahun tinggal di mess, ada banyak hal yang terjadi disini yang mungkin tidak akan pernah dialami bila tinggal di kost-kostan.

Kebiasaan adalah aturan yang harus dipatuhi dalam tinggal di mess, bila tidak mematuhi maka anda gagal beradaptasi dan tidak akan bertahan lama kerja disini, atau justru anda orang yang keras kepala sehingga justru lingkunganlah yang beradaptasi dengan anda, hmm ini jarang terjadi tapi pernah terjadi sebelumnya.

Mengenal karakter orang, intinya adalah kita tidak bisa membuat semua orang menyukai kita, jadilah orang baik semampunya karena tak ada orang yang sempurna termasuk teman-teman anda, tapi ingat bila anda sering disakiti orang yang sama cukup hindari orang itu (masa iya penyakit hati kok dideketin).

Kebersihan, bagi yang biasa jorok dan cuek soal kebersihan masuk mess adalah terapi karena kita terpaksa bersih bila tidak akan ada senior yang ngegosip dibelakang atau mungkin menegur kita.

Ngirit, karena dibiayai perusahaan 

Singkat kata yang paling berkesan adalah kekeluargaan yang ada bila kita tinggal di mess, tak perlu takut tidur sendiri, selalu ada teman, dan saling memahami karakter teman.

Eit tapi jangan tanya anak mess soal kenyamanan, bila dapat memilih anak mess pengen nge kost aja karena disamping bisa mandiri ga direcokin kehidupannya oleh orang-orang galau juga, namanya hidup ma orang 4banyak pasti banyak masalah,

Tapi buang jauh-jauh teori semakin sedikit orang maka masalah juga sedikit, itu salah banget

 

Salam galau...

Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan