Mohon tunggu...
Ayu Dewi Sartika
Ayu Dewi Sartika Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Universitas Airlangga

Mahasiswa jurusan Farmasi di Universitas Airlangga angkatan 2021.

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

5 Pelajaran Berharga dari Kasus Johnny Depp-Amber Heard

15 Juni 2022   17:38 Diperbarui: 15 Juni 2022   18:07 2096
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

sumber foto

Ramai pemberitaan aktor ternama Johnny Depp memenangkan kasus gugatan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh mantan istrinya, Amber Heard. 

Johnny Depp adalah seorang aktor ternama karena membintangi sejumlah film terkenal seperti Pirates of the Carribean, Alice in Wonderland, Charlie and the Chocolate Factory, Fantastic Beast and How to Find Them, dan masih banyak lagi. 

Sedangkan Amber Heard dikenal karena menjadi pemeran utama dalam film Aquaman. Johnny Depp dan Amber Heard resmi menikah pada tahun 2015 dan resmi bercerai pada tahun 2017. Amber Heard menuntut 7 juta USD kepada Johnny Depp atas  dan mengklaim akan mendonasikan uang tersebut.

Permasalahan mulai muncul setelah Amber Heard mengaku pernah menjadi korban pelecehan dan kekerasan rumah tangga pada op-ed Washington Post. Secara tidak langsung pelaku yang dimaksud oleh Amber adalah mantan suaminya, yaitu Johnny Depp. 

Akibatnya, Warner Bros meminta Johnny mundur dari perannya dalam Fantastic Beast, Disney memecatnya dari Pirates of the Carribien, dan masih banyak brand yang memutuskan kontraknya dengan Johnny. 

Johnny yang merasa dirugikan oleh pengakuan Amber akhirnya menuntut Amber atas pencemaran nama baik. Johnny mengaku tidak pernah melakukan kekerasan kepada Amber dan bahkan dia yang menjadi korban dari mantan istrinya itu. 

Sidang dilakukan pada tahun 2022 dan akhirnya pengadilan dimenangkan oleh Johnny Depp dan Amber harus membayar 15 juta USD atau sekitar 218 miliar rupiah kepada Johnny.

Dari kasus Johnny Depp-Amber Heard ada beberapa poin penting yang dapat dijadikan pembelajaran, antara lain:

1. Budaya cancel culture

Cancel culture merupakan gagasan untuk membatalkan, memboikot, menghilangkan pengaruh seseorang baik di media sosial maupun dikehidupan nyata, sebagai bagian dari sanksi sosial bagi seseorang yang akibat melakukan sesuatu yang menyimpang. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun