Mohon tunggu...
Ayub Simanjuntak
Ayub Simanjuntak Mohon Tunggu... Guru - The Truth Will Set You Free

Write what I feel

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Kepada Siapa Doa Yesus Ditujukan?

8 Juli 2022   22:18 Diperbarui: 9 Juli 2022   07:11 160 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi : https://www.istockphoto.com/

"I would rather teach one man to pray than ten men to preach." Begitulah kutipan Charles Spurgeon seorang pengkhotbah terkenal dari abad ke-19 di Inggris. Spurgeon menyatakan betapa pentingnya doa dalam kehidupan seseorang. 

"Tuhan ajarlah kami berdoa" kata salah seorang murid Yesus Kristus yang tercatat dalam kitab Injil Lukas pasal 11. Satu permintaan yang terdengar urgent. Hal ini bukan tanpa alasan karena di ayat sebelumnya para murid memang menyaksikan bagaimana sang-Guru berdoa.

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah namaMu; datanglah KerajaanMu.  Berikanlah kami setiap hari makanan kami   yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan". (Lukas 11:1-4)

Berdoa tampaknya merupakan tantangan tersendiri bagi manusia yang sejak kecil didik untuk mandiri dan belajar tidak tergantung kepada orang lain. Meskipun begitu, dalam diri manusia terdapat satu kesadaran dan dorongan untuk berdoa. Kalau kita melihat di seluruh kebudayaan berbagai bangsa bahkan sebelum agama-agama besar hadir, manusia sudah berdoa kepada sesuatu atau pribadi yang dianggap lebih tinggi dan berkuasa.

Sebagai contoh, bagi orang Batak sebelum agama Kristen datang mereka akan datang dan berdoa di Gunung Pusuk Buhit yaitu tempat sakral yang dipercaya sebagai titik dimana Raja Batak diturunkan oleh Mulajadi Nabolon dari Khayangan. Dalam tradisi masyarakat suku-suku di Indonesia kita masih melihat tradisi animisme dan dinamisme yang masih dilestarikan. 

Bahkan kepercayaan seperti Sunda Wiwitan di Banten sudah hadir jauh sebelum Hindu dan Islam masuk ke tanah Banten. Mereka memiliki ritual berdoa dalam setiap upacara agamanya masing-masing.

Dari fragmen Injil, Lukas sang penulis mencoba menggambarkan kekaguman para murid melihat yesus melakukan kegiatan berdoa yang punya passion sehingga mereka meminta Sang Rabi mengajar mereka soal doa daripada soal kotbah. Mereka yang setiap hari mengikuti Yesus berkeliling dari desa ke kota, tentu mencari tahu apa rahasia pelayanan-Nya yang dahsyat itu. 

Ia menyembuhkan orang kusta, menyembuhkan mata orang buta, meredakan angin ribut, bahkan membangkitkan orang mati. Mereka sekarang mengetahui rahasia keberhasilan Yesus dalam pekerjaan dan pelayanan-Nya di bumi.

Yesus membuat pola kehidupan spiritual yang mengagumkan. Dia berdoa secara konsisten, berdoa dengan intensitas yang lama serta berdoa dalam segala keadaan.

  • Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa (Lukas 1:35TB)
  • Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah (Lukas 6:12)
  • Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu (Lukas 18:1TB)
  • Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa. (Matius 26:36TB)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan