Mohon tunggu...
Ayra Amirah
Ayra Amirah Mohon Tunggu... Penulis - Orang biasa

Menulis cerpen, mempertemukan saya dengan ruang imaji paling mewah

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Suatu Hari di Musim Panas

10 September 2022   09:03 Diperbarui: 10 September 2022   09:18 214 29 12
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Galeri Vector dan Gambar Mentahan

[terinspirasi dari instrumen piano Joe Hisaishi, One Summer's Day]

Semua keluarga menyukai anak perempuan. Ayah dan ibuku juga merasa kehadiranku seperti sebuah permata yang berharga. 

Tapi apa itu benar?

Akhir-akhir ini mereka sering bertengkar. Mereka bukan saja tidak bisa menikmati bunga-bunga yang indah, atau matahari yang bersinar. Kini mereka saling diam.

Aku berpikir, mungkin ini adalah ujian bagi  seseorang yang beranjak menjadi gadis remaja sepertiku. 

Ulat dan kepompong akan mengalami metamorfosa menjadi kupu-kupu. Aku pun akan berproses menjadi sesuatu yang baru. Begitu kata ibu.

Ibu juga bilang, aku adalah anak yang beruntung. Kami adalah keluarga yang utuh, meski mungkin hanya dipersatukan oleh rumah. Tapi ayahku sering tak menggubris ibuku atau adik-adikku.

Itu tak masalah, kata ibu. Kami adalah keluarga yang bahagia meski hanya makan dengan telur mata sapi dan sedikit kecap asin. Kelak kami pasti akan lebih bahagia.

Waktu terus berjalan. Aku menjalani kehidupan seperti biasanya. Bangun tidur, mandi, ke sekolah, makan siang, mengisi PR, lalu mandi sore.

Baca juga: Singgasana Hati Ibu

Malam hari, aku biasa menggambar apa yang kupikirkan pada siang harinya. Sebuah sketsa hitam putih dengan arsiran abu-abu yang sangat halus. Dengan cara ini aku bisa memindahkan perasaanku, dan mengurangi sesuatu yang terasa sakit di dalamnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan