Mohon tunggu...
Ika Ayra
Ika Ayra Mohon Tunggu... Penulis - Penulis cerpen

Antologi cerpen: A Book with Hundred Colors of Story (jilid 1) dan Sewindu dalam Kota Cerita

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Lentera Dinding dan Secarik Kertas

23 November 2021   19:11 Diperbarui: 23 November 2021   19:21 230
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Lentera Dinding dan Secarik Kertas|foto: 123RF.com

Kakinya lalu berlari keluar menuju taman. Ditatapnya sejauh mata memandang. Dikejarnya lampu taman. Dicarinya selipan secarik kertas. Tak ada.

Ia tak boleh putus asa. Ia terus menyusuri dinding belakang bangunan  Di balik bunga mahal, di sela bebatuan pinggir kolam. Semoga saja ia bisa menemukan.

Ah, tapi rasanya mustahil. Semua tempat sudah ia pastikan. 

Suci terduduk lemas. Perlahan air matanya mengalir. Dibayangkannya Aisyah akan kehilangan dirinya.

"Ya Tuhan, tolong bantu hamba keluar dari sini..." doanya tulus.

Di ujung rasa putus asa, matanya menatap lentera dinding bernuansa gotik.

Ini benda terakhir yang belum disentuhnya. Ya, semoga saja, ia membatin.

Suci berusaha mencari tangga di gudang belakang. Diseretnya dengan susah payah, lalu diraihnya kaca lampu. Dicarinya celah terkecil untuk menyembunyikan secarik kertas yang diharapkannya. 

Benar saja. Suci menemukannya! Tak terasa air matanya berubah deras. 

Ditunggunya Pak Harun pulang ke rumah dengan tak sabar hati. Pada waktu yang tepat, Suci lalu menjelaskan tentang secarik kertas merah jambu. Suci memohon agar ia segera dibebaskan.

Pak Harun masgul. Bimbang. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun