Mohon tunggu...
Ika Ayra
Ika Ayra Mohon Tunggu... Penulis - Penulis cerpen

Antologi cerpen: A Book with Hundred Colors of Story (jilid 1) dan Sewindu dalam Kota Cerita

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Artikel Utama

Pesta yang Terlambat

30 Oktober 2021   08:15 Diperbarui: 1 November 2021   21:43 435
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Layaknya gadis-gadis di Inggris yang menikmati hidup mereka dengan beragam pesta sepanjang tahun, Lucy, gadis dari dunia penuh kegelapan, juga sedang memikirkan rencana untuk pesta ulang tahunnya.

Ini tidak terlalu buruk, karena baru mencapai musim gugur, tanpa guyuran hujan yang akan membasahi sayap-sayap kelelawar.

"Apakah kau sudah memikirkan semuanya?" tanya bibi Emely, sambil mengaduk bubur di perapian.

"Aku hanya akan mengundang sedikit teman. Tidak lebih dari dua puluh orang," jawab gadis itu sambil mencatat pada buku kecil.

"Bibi hanya harus menyediakan sedikit makanan, buah-buahan, roti pai dan sirup..."

Sejenak perempuan tua itu memandang ke langit-langit. Ada beberapa sarang laba-laba di sana. Tapi sebenarnya ia sedang memikirkan kemungkinannya.

"Baiklah, kurasa itu tidak sulit," sahutnya kemudian.

"Terima kasih, Bibiku sayang!" katanya kegirangan. Sekejap ia sudah menghambur ke pelukan bibi Emely.

Maka waktu beberapa hari ini digunakannya sebaik mungkin. Lucy segera memesan gaun dengan model terbaru. Konsepnya adalah anggun dan mengesankan. Ya, Lucy tak suka gaya mewah yang disarankan sang desainer.

Pertama-tama ia memilih bahan yang klasik dan tidak mengilap, karena tak ingin tampak seperti gadis-gadis dari keluarga kaya. Begitu juga dengan warna, Lucy memilih yang tidak akan disamai teman-temannya ketika menghadiri acaranya nanti. Tapi ia tetap yang paling cantik. Harus!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun