Mohon tunggu...
Ika Ayra
Ika Ayra Mohon Tunggu... Penulis - Penulis cerpen

Antologi cerpen: A Book with Hundred Colors of Story (jilid 1) dan Sewindu dalam Kota Cerita

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Ingatkan Diri untuk Selalu Bersyukur

22 Juni 2021   06:20 Diperbarui: 22 Juni 2021   06:32 734
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi tandon air pecah (foto: dokpri)

Seringkali, pengalaman orang lain menjadi saat kita mengambil pelajaran. Hal baik maupun hal kurang beruntung, darinya kita dapat memetik hikmah.

Pemandangan kurang mengenakkan

Pagi tadi, saya menyempatkan keluar rumah untuk membeli makanan. Dua jam lagi saya harus mengurus pendaftaran si sulung masuk sekolah lanjutan.

Jika kemarin cuaca hujan dan udara dingin bertahan sampai waktu zuhur, pagi ini juga sempat diwarnai gerimis kecil dengan langit masih mendung kelabu. Begitu mereda, saya langsung meloloskan diri. Saya melewati genangan air setinggi mata kaki, yang arus kecilnya terus turun dari bukit nun jauh di sana.

Di tengah perjalanan pula, saya melihat pemandangan kurang sedap. Seperti terlihat pada foto ilustrasi, dua tandon air berukuran 600 liter jatuh dari posisinya dan pecah. Tampaknya insiden terjadi tengah malam tadi. Sore sebelumnya saya masih melewati dua tandon air ini masih duduk manis di tempatnya.

Saya prihatin, itu yang pertama. Empati ini karena saya mengenal penghuni kontrakan adalah kaum kecil biasa. Mereka mempunyai anak balita berusia dua tahun, namun si istri mengambil job mengupas kulit bawang, sejak setahun lalu.

Bisa dibayangkan, aroma pedas bawang merah menguar setiap hari dari teras tempat aktivitas, dan terhirup anak bungsu mereka yang waktu itu masih tahap duduk di kereta bayi. Saya saja yang setiap hari hanya melewati rumah tersebut, merasa tak nyaman meski hanya selintas lalu.

Berapakah upah dari pekerjaan ini? 

Tidaklah luar biasa. Seribu rupiah per kilogram-nya. Sehingga diupayakanlah target mengupas hingga 25 kg/hari.

Terkadang tetangga dekatnya datang untuk membantu sambil duduk ngobrol ala emak-emak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun