Mohon tunggu...
Ayis 97
Ayis 97 Mohon Tunggu... Tugas kuliah

Masih single

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pengertian dan Tujuan Bimbingan Belajar

3 November 2019   16:22 Diperbarui: 3 November 2019   16:26 2724 0 0 Mohon Tunggu...

(Essay dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah bimbingan dan konseling)
Dosen pengampu: Naili rofiqoh. S.Psi., M.si.
Kelas 3 PGSD A3
Nama:
Ayis nurpah rudin     (181330000356)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR                         FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN                           UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA                                                      2019


BIMBINGAN BELAJAR

Pengertian Bimbingan Belajar

Adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang, yang memiliki kepribadian yang memadai yang terlatih dengan baik kepada individu-individu setiap usia untuk membantunya mengatur kegiatan hidupnya sendiri, dan menanggung bebannya sendiri. Pengertian Bimbingan Belajar Menurut beberapa Ahli

a. Sukardi
 Bimbingan belajar adalah bimbingan dalam hal menemukan cara belajar yang tepat, dalam memilih program studi sesuai,dan dalam mengatasi kesukaran kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntunantuntunan belajar disuatu institusi pendidikan

b. L D Crow dan A Crow
Bimbingan belajar merupakan suatu bantuan yang dapat diberikan oleh seseorang yang telah terdidik pada orang lain yang mana usianya tidak ditentukan untuk dapat menjalani kegiatan dalam hidupnya.

c. A J Jones
Bimbingan belajar merupakan suatu proses pemberian bantuan seseorang pada orang lain dalam menentukan pilihan dan pemecahan masalah dalam kehidupannya.

d. Prayitno dan Amti
 Bimbingan belajar adalah salah satu bentuk bimbingan yang diselenggarakan di sekolah. Pengalaman menunjukan bahwa kegagalan-kegagalan yang dialami siswa dalam belajar tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau rendahnya intelegensi, seringkali kegagalan itu terjadi disebabkan mereka tidak mendapat layanan bimbingan yang memadai

Bimbingan belajar merupakan salah satu bidang bimbingan, untuk mengkaji pengertian bimbingan belajar terlebih dahulu akan dibahasmengenai hakikat bimbingan itu sendiri. Pengertian bimbingan menurut Crow & Crow (Prayitno, 2004: 94) adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang, yang memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih dengan baik kepada individuindividu setiap usia untuk membantunya mengatur kegiatan hidupnya sendiri, mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membuat keputusan sendiri, dan menanggung bebannya sendiri. Menurut Crow & Crow tersebut layanan bimbingan yang diberikan pada individu atau sekumpulan individu berguna untuk menghindari dan mengatasi masalah dalam kehidupannya secara mandiri.

Sedangkan menurut Donald G. Mortenson (Marsudi, 2003: 31) pengertian bimbingan adalah:
 a. Bimbingan merupakan bagian dari program pendidikan
 b. Bimbingan merupakan bantuan dan kesempatan setiap orang
c. Bimbingan diberikan oleh petugas yang memiliki keahlian
d. Dengan bimbingan individu diharapkan dapat berkembang sesuai dengan    kemampuannya
 e. Dasar bimbingan ialah demokrasi

Menurut Donald G. Mortenson tersebut bimbingan merupakan pemberian bantuan kepada setiap orang yang dilakukan oleh ahli dalam bidang bimbingan, dan diharapkan dengan bimbingan tersebut orang yang diberikan bimbingan dapat berkembang sesuai dengan kemampuannya. Sementara menurut Bimo Walgito (2004: 5) bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan di dalam kehidupannya, agar individu atau sekumpulan individu itu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya.

Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah salah satu bentuk proses pemberian bantuan kepada individu atau sekumpulan individu dalam memecahkan masalahnya, sehingga masing-masing individu akan mampu mengoptimalkan potensi dan ketrampilan dalam mengatasi permasalahan serta mencapai penyesuaian diri dalam kehidupannya

Setelah memahami pengertian bimbingan, kajian selanjutnya yang dipaparkan adalah salah satu bidang dari bimbingan yaitu bimbingan belajar. Bimbingan belajar menurut Oemar Hamalik (2004: 195) adalah bimbingan yang ditujukkan kepada siswa untuk mendapat pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, kemampuannya dan membantu siswa untuk menentukan cara-cara yang efektif dan efisien dalam mengatasi masalah belajar yang dialami oleh siswa. Sedangkan Tim Jurusan Psikologi Pendidikan (Mulyadi, 2010: 107) mengatakan bahwa bimbingan belajar adalah proses pemberian bantuan kepada murid dalam memecahkan kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan masalah belajar.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan belajar adalah suatu proses pemberian bantuan kepada siswa dalam menyelesaikan masalah-masalah belajar yang dihadapi siswa, sehingga tercapai tujuan belajar yang diinginkan.

Tujuan Bimbingan Belajar
1. Untuk mendapatkan pengetahuan.
 2. Merupakan upaya untuk menanamkan konsep dan ketrampilan.
 3. Merupakan upaya untuk membantu sikap dan perilaku.

Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (2004: 111) tujuan pelayanan bimbingan belajar secara umum adalah membantu murid-murid agar mendapatkan penyesuaian yang baik di dalam situasi belajar, sehingga setiap murid dapat belajar dengan efisien sesuai kemampuan yang dimilikinya, mencapai perkembangan yang optimal.

Diperjelas oleh Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono bahwa bimbingan belajar memiliki tujuan diantaranya adalah:
 a. Mencarikan cara-cara belajar yang efisien dan efektif bagi siswa
 b. Menunjukkan cara-cara belajar yang sesuai dan cara dan fungsi menggunakan buku pelajaran.
c. Memberikan informasi berupa saran dan petunjuk bagi yang memanfaatkan perpustakaan.
 d. Membuat tugas sekolah dan mempersiapkan diri dalam ulangan dan ujian.
 e. Memilih suatu bidang studi sesuai dengan bakat, minat, kecerdasan, cita-cita, dan kondisi fisik atau kesehatan yang dimiliki.
 f. Menunjukkan cara-cara menghadapi kesulitan dalam bidang studi tertentu.
 g. Menentukan pembagian waktu dan perencanaan jadwal belajar.
 h. Memilih pelajaran tambahan baik yang berhubungan dengan pelajaran
 i. di sekolah maupun untuk pengembangan bakat dan karier di masa depan.

Selaras dengan pendapat Tim Dosen Jurusan Psikologi Pendidikan (Mulyadi, 2010: 107) tujuan bimbingan belajar adalah membantu murid-murid agar mendapatkan penyesuaian yang baik dalam situasi belajar.

Penyesuaian tersebut contohnya berupa penyesuaian diri dengan lingkungan keadaan kelas, dengan suasana ketika mengikuti pelajaran di sekolah dengan teman belajar di sekolah

Menurut Syamsu dan Juntika Nurikhsan (2005: 15) tujuan bimbingan belajar sendiri adalah
Mempunyai sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, dan perhatian terhadap semua pelajaran, serta aktip mengikuti semua kegiatan belajar yang di programkan
Mempunyai motif yang tinggi untuk belajar
Mmempunyai keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti keterampilan buku, mencatat pelajaran dan mempersiapkan didi untuk menghadapi ujian
Mempunyai keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, contohnya membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas sekolah, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang luas.

Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian dari pendapat di atas dapoat disimpilkan bahwa tujuan bimbingan belajar secara umum yaitu membantu murid-murid agar mendapatkan penyesuaian yang baik dalam situasi belajar, sehingga setiap murid dapat belajar dengan efision sesuai denngan kemampuan yang dimilikinya, dan mencapai perkembangan yang optimal.

Faktor -- faktor yang mempengaruhi bimbingan belajar.

1. Faktor lingkungan lingkungan merupakan bagian dari kehidupan anak didik. Dalam lingkunganlah anak didik hidup dan berinteraksi dalam mata rantai kehidupan yang disebut ekosistem. Saling ketergantungan antara lingkungan biotik dan abiotik tidak dapat dihindari Selama hidup anak didik tidak bisa menghindarkan diri dari lingkungan alami dan lingkungan sosial budaya. Interaksi dari kedua linmgkungan yang berbeda ini selalu terjadi dalam mengisi kehidupan belajar anak didik. Keduanya mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap belajar anak didik di sekolah.

a. Lingkungan Alami Lingkunan hidup adalah lingkungan tempat tinggal anak didik, hidup dan berusaha di dalamnya. Pencemaran lingkungan hidup merupakan malapetaka bagi anak didik yang hidup di dalamnya. Keadaan suhu dan kelembaban udara berpengaruh terhadap belajar anak didik di sekolah. Belajar pada udara yang segar akan lebih baik hasilnya daripada belajar dalam keadaan udara yang panas dan pengap.

Lingkungan sekolah yang baik adalah lingkungan sekolah yang di dalamnya dihiasi dengan tanaman/pepohonan yang dipelihara dengan baik. Apotik hidup mengelompokkan dengan baik dan rapi sebagai laboratorium alam bagi anak didik. Sejumlah kursi dan meja belajar teratur rapi yang ditempatkan di bawah pohon-pohon tertentu agar anak didik dapat belajar mandiri di luar kelas dan berinteraksi dengan lingkungan. Kesejukan membuat anak didik betah tinggal berlama-lama di dalamnya. Begitulah lingkungan sekolah yang dikendaki. Bukan lingkungan sekolah yang gersang, pengap, tandus, dan panas yang berkepanjangan.

b. Lingkungan Sosial Budaya Sebagai anggota masyarakat, anak didik tidak bisa melepaskan diri dari ikatan sosial. Sistem sosial yang terbentuk mengikat perilaku anak didik untuk tunduk pada norma-norma sosial, susila, dan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Demikian juga halnya di sekolah. Peraturan dan tata tertib di sekoalh harus anak didik taati. Pelanggaran yang dilakukan oleh anak didik akan dikenakan sanksi sesuai dengan jenis dan berat ringannya pelanggaran. Lahirnya peraturan sekolah bertujuan untuk mengatur dan membentuk perilaku anak didik yang menunjang keberhasilan belajar di sekolah. Lingkungan sosial yang lebih mempengaruhi kegiatan belajar ialah orang tua dan keluarga siswa itu sendiri, sifat-sifat orang tua, praktik pengelolaan keluarga, ketegangan keluarga, dan demografi keluarga (letak rumah), semuanya dapat memberi dampak baik ataupun buruk terhadap kegiatan belajar dan hasil yang dicapai oleh siswa. Lingkungan sosial budaya di luar sekolah merupakan sisi kehidupan yang mendatangkan problem tersendiri bagi kehidupan anak didik di sekolah. Pembangunan gedung sekolah yang tak jauh dari hiruk pikuk lalu lintas menimbulkan kegaduhan suasana kelas. Pabrik-pabrik yang didirikan di sekitar sekolah dapat menimbulkan kebisingan di dalam kelas. Keramaian terdengar sayup-sayup oleh anak didik di dalam kelas. Bagaimana anak didik dapat berkonsentrasi dengan baik bila berbagai gangguan itu selalu terjadi di sekitar anak didik.

Secara psikologis manusia memiliki berbagai macam potensi aktualitas yang mendukung dan mempengaruhi peristiwa belajar siswa antara lain :

a. Intelegensi Kemampuan dan kecakapan ini mencangkup kecakapan siswa menghadapi dan menyesuaikan diri dengan situasi yang ada secara cepat dan efektif, kemampuan menggunakan konsep abstrak secara efektif dan kemampuan mengetahi relasi ( hubungan ) dan mengkajinya secara cepat. Potensi intelegensi sangat besar pengaruhya terhadap kualitas proses belajar siswa.

b. Perhatian Perhatian terhadap suatu materi yang sedang dihadapi termasuk potensi yang sangat mendukung mutu proses belajar siswa. Tigkat keberhasilan siswa dalam belajar tergantung pada sejauh mana konsetrasi siswa terhadap materi pelajaran.

c. Minat Minat merupakan kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan berbagai aktifitas belajar yang diminati. Bila minat siswa terbangun, maka dapat memunculkan sesuatu partisipasi aktif yang disertai rasa senang sehingga akan memperoleh kepuasan dalam belajar

d. Bakat Bakat adalah kemampuan aktual dalam belajar yang menurut hilgard disebut " capacity to learn ". Potensi aktualitet akan tampak setelah siswa belajar dan berlatih. Potensi ini sangat berarti bagi peningkatan kualitas belajar siswa disekolah.

e. Motivasi Motivasi belajar pada dasarnya merupakan montor penggerak utama ( terutama motivasi intrinsik ) bagi siswa, terutama terkait dengan tujuan yang ingin dicapai oleh setiap siswa yang belajar.

f. Kematangan Menurut james drever, kematangan adalah suatu fase pertumbuhan dan perkembangan dimana anak telah memiliki readiness baik fisik maupun psikisnya. Dalam melaksanakan kecakapan-kecakapan belajar, kecakapan ini tergantung pada kematangan setiap siswa.

g. Kesiapan Kecakapan-kecakapan dalam belajar menentukan kemajuan dalam belajar yang " react" ( kesiapan memberi respon ) terhadap suau materi yang disajikan ( Jurnal.iainpurwokerto.ac.id)

Ragam Masalah Dalam Bimbingan Belajar

Masalah perilaku individu dalam dunia pendidikan, khususnya mengenai kebiasaan belajar individu yang buruk tidak hanya terjadi di indonesia. Permasalahan kebiasaan belajar siswa yang buruk ternyata juga menjadi keprihatinan bersama ditingkat internasional. Owen 2010 Menyatakan bahwa pendidik tidak puas dengan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru.

Kelemahan utama para peserta didik antara lain : kurangnya pengetahuan umum, kesulitan menentukan pertanyaan penelitian, ketidak mampuan mengikuti proses belajar, mengolah informasi, dan kesulitan mengevaluasi masalah sehingga berhimbas pada kebiasaan belajar siswa yang buruk. Permasalahan mengenai kebiasaan belajar juga menjadi keprihatinan para pendidik dan orang tua dapat dijumpai mengenai kebiasaan belajar siswa yang buruk disuatu lembaga pendidikan. Dan ini dapat di lihat dari kebiasaan siswa, dalam kegiatan pembelajaran ditemukan adanya kebiasaan belajar yang kurang baik.

Kebiasaan belajar yang kurang baik antara lain:
1. Tidak menyiapkan materi saat menunggu kehadiran guru.
 2. Tidak aktif dalam kegiatan pembelajaran.
 3. Siswa mengerjakan pekerjaan rumah di sekolah.
 4. Menyontek jawaban teman pada akhir semeter.
 5. Belajar sambil melamun dan bermain.
 6. Belajar tidak teratur.
7. Menyianyiakan kesempatan belajar.
 8. Datang terlambat.

Belajar merupakan perubahan perilaku yang disebabkan oleh karena individu mengadakan interaksi dengan lingkungan. Sedangkan bimbingan belajar sendiri merupakan proses bantuan yang diberikan kepada individu (murid) agar dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya dalam belajar. Bimbingan belajar ini bertujuan sebagai pengembangan sikap dan kebiasaan yang baik, menumbuhkan disiplin belajar dan terlatih serta mengembangkan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik, sosial dan budaya di lingkungan sekolah atau alam sekitar untuk pengembangan pengetahuan, keterampilan dan pengembangan pribadi.

Jenis-jenis masalah belajar di Sekolah Dasar dapat dikelompokkan kepada murid-murid yang mengalami keterlambatan akademik, ketercepatan dalam belajar, sangat lambat dalam belajar, kurang motivasi dalam belajar, bersikap dan kebiasaan buruk dalam belajar dan sering tidak sekolah. Guru dapat mengidentifikasi murid yang diperkirakan mengalami masalah belajar melaui tes hasil belajar, tes kemampuan dasar, skala pengungkapan sikap dan keniasaan belajar.

Faktor-faktor penyebab terjadinya masalah belajar cenderung sanagt kompleks karena masalah belajar dapat timbul oleh berbagai sebab yang berlainan, ada pula dari sebab yang sama tetapi menimbulkan masalah yang berbeda dan ada pula yang disebabkan oleh hal-hal yang saling berkaitan. Oleh karena itu, untuk membantumurid dalam mengatasi masalah belajar bisa dengan pengajaran perbaikan, kegiatan pengayaan, peningkatan motivasi belajar, dan peningkatan keterampilan belajar.

Jenis-jenis masalah belajar di Sekolah Dasar dapat dikelompokkan kepada murid-murid yang mengalami keterlambatan akademik, ketercepatan dalam belajar, sangat lambat dalam belajar, kurang motivasi dalam belajar, bersikap dan kebiasaan buruk dalam belajar dan sering tidak sekolah. Guru dapat mengidentifikasi murid yang diperkirakan mengalami masalah belajar melaui tes hasil belajar, tes kemampuan dasar, skala pengungkapan sikap dan keniasaan belajar.

Faktor-faktor penyebab terjadinya masalah belajar cenderung sanagt kompleks karena masalah belajar dapat timbul oleh berbagai sebab yang berlainan, ada pula dari sebab yang sama tetapi menimbulkan masalah yang berbeda dan ada pula yang disebabkan oleh hal-hal yang saling berkaitan. Oleh karena itu, untuk membantumurid dalam mengatasi masalah belajar bisa dengan pengajaran perbaikan, kegiatan pengayaan, peningkatan motivasi belajar, dan peningkatan keterampilan belajar.

Dari semua yang kita bahas di atas, kita dapat meyimpulkan bahwasanya kesulitan belajar berawal dari mood sorang pelejar itu sendiri dan juag seorang pendidik. Jadi harus di setarakan antara pesertadidik edngan pendidik agar dapat terwujudnya pembelajaran yang menyenangkan.s
(jurnal.unika.ac.id)
M Suryani, UUIN AR-RANIRY -- 2018 -- repository.ar-raniry.ac.id

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x