Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penulis - Penikmat kata

Antologi puisi: Tiga Bicara Hujan

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

1 Miliar

10 Agustus 2022   19:55 Diperbarui: 10 Agustus 2022   20:23 200 29 8
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi tumpukan uang. Sumber: Tribun-Timur.com

Orang-orang di hadapanku, termasuk Mas Alil, seperti menunggu keputusanku. Kalau aku mengiyakan, semua beres. Semua mereka yang mengurusnya. Aku tinggal mengikuti apa rencana-rencana mereka.

Tapi ini gila.

Sedikitpun perkara ini tak pernah terlintas dalam pikiranku. Memakai jas, duduk dalam forum perdebatan, gambar-gambarku bertebaran di setiap sudut kota. Dan, sudah pasti, melayani pertanyaan setiap wartawan.

Bimbang, antara takut dan tak percaya. Namun, uang satu miliar amat menggoda.

1 miliar. 1.000.000.000. Satu miliar!

Sebelum kulanjutkan, aku ingin bercerita sedikit bagaimana aku bisa bertemu Mas Alil.

***

Namaku Surakyat. Boleh dipanggil Sur, Rakyat, Yat atau Yayat. Suka-suka kamulah, mana yang enak terucap di lidah.

Sehari-hari aku berdagang gorengan di Taman Kota, menggunakan gerobak. Sampai di sini tidak ada yang istimewa.

Sampai suatu ketika nama dan fotoku terangkat di koran lokal. Tersebab aku memimpin demo para pedagang kaki lima, memprotes rencana Pemkot Kotamadya Drimo yang akan memindahkan para pedagang kaki lima dari Taman Kota.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan