Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penikmat kata

Pedagang kaki lima Terlambat turun gunung

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Nama-nama Ini Mungkin Takpernah Ada dalam Catatan

12 Maret 2021   22:59 Diperbarui: 13 Maret 2021   16:47 244 62 14 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Nama-nama Ini Mungkin Takpernah Ada dalam Catatan
Ilustrasi. Pixabay/ Frantisek Krezcy via cirebon.pikiran-rakyat.com 

orang-orang yang menyusuri pagi, agar tak ketinggalan mengumpulkan serpihan, menghitung seberapa banyak keringat di waktu siang, dan takterhimpit kelelahan di waktu petang, hingga ada sisa cerita di waktu malam 

hanya mimpi-mimpi sederhana untuk mengantar tubuh sampai lelap mata, menjaga harapan takterlalu remuk

mereka ada di jalan, di lorong-lorong sempit, dalam pengapnya asap pabrik, di sawah, ladang, sebagai buruh, memperpanjang hidup, sedikit luka terbasuh

di sekeliling meja, di ruang-ruang berpendingin udara, mereka dibicarakan hanya sebagai angka-angka, menjadi bahan kajian di kampus-kampus, yang lupa menginjak bumi, dan nantinya menjadi tambahan kata di kamus, atau sekadar rumus-rumus 

sesekali mereka memang ditulis, dalam amplop berisi lima puluh ribu, ditambah bonus nasi bungkus, kaos partai, poster, spanduk, pada keriuhan pilkada, mengepalkan tinju, berteriak entah untuk apa, sesudah itu kembali lupa 

mereka di sekitar kita, aku ada di dalamnya 

***

Lebakwana, Maret 2021 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x