Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penikmat kata

Pedagang kaki lima Terlambat turun gunung

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Peluru, Kisah Sebuah Kota, Juga Rencana-rencana

6 Februari 2021   20:28 Diperbarui: 6 Februari 2021   20:43 179 58 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Peluru, Kisah Sebuah Kota, Juga Rencana-rencana
Ilustrasi. Foto oleh Byron Sulivan/ Pexels 

Rencana-rencana menjadi peluru. Menghujani kota, agar langkah terserimpung, dipaksa patah segala ingin, di empat penjuru arah mata angin 

Untuk bendera-bendera

Demi kesumat yang takkunjung tamat 

Ngakak dalam ruang gelap 

Ini tanah, seperti kehilangan majikan. Orang-orang membuat ombak agar terjadi palagan. Tersebab sesuatu yang entah, atau mungkin untuk sesobek receh dalam genggaman 

Kamu tahu, sekarang berapa harga api di linimasa? 

***

Lebakwana, Februari 2021 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
6 Februari 2021