Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penulis - Penikmat kata

Nganu. Masih belajar

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Saat 'Sekjen PBB' Pulang ke Desa (2)

3 Januari 2021   14:03 Diperbarui: 3 Januari 2021   14:13 338
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi. Dokpri. 

"Ng, anu, Ma...," ragu, "Gendis disuapin, ya?" 

"Ih, udah gede masih minta disuapin," Aliz menjentik hidung Gendis. Tapi memang kemudian Aliz menyuapi Gendis. 

"Besok, Mama lagi yang bikin nasi gorengnya, ya?"

"Mm, anu Gendis," berat. "Mama cuma sebentar, Mama....!" 

"Mama...!" Mata Gendis langsung merebak. Aliz taksanggup menatap wajah anaknya. 

Hening sesaat. 

"Ya. Ya, besok Mama lagi yang bikin nasi goreng. Juga besok, dan besoknya lagi," suara Yudi memecahkan suasana. 

Aliz menatap Yudi, mengisyaratkan protes. "Demi Gendis, aku mohon. Sampai kapan kamu akan bertualang?" suara Yudi pelan. Tapi walaupun pelan mampu membuat kepala Aliz berdenyut. 

Akhirnya, "Ya, besok Mama lagi yang bikin nasi gorengnya," kata Aliz. 

Gendis langsung memeluk mamanya. 

"Ayo, nasinya dihabiskan, beres-beres. Nanti sekolahnya diantar Mama."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun