Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penikmat kata

Pedagang kaki lima Terlambat turun gunung

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Membaca Desember

1 Desember 2020   12:27 Diperbarui: 1 Desember 2020   12:29 152 57 13 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Membaca Desember
Ilustrasi. Dokpri. 

Setiap kali menapaki Desember, kita seperti diingatkan tentang jejak yang ditinggalkan. Musim-musim: Cinta yang berangkat dan rindu yang pulang; kemarau, hujan, angin. Pohon-pohon buah mulai berputik. Rumput-rumput, gulma, harusnya dibersihkan 

"Bagaimana dengan hati," sesuara, tiga rumah jaraknya. Menjemur kenangan yang selalu basah 

Cuaca tak menentu. Kita sering berebut kehangatan. Matahari sering ditutupi awan. O, ya, pagi tadi terlihat pelangi. Mungkin sebuah pertanda. Atau tak mengisyaratkan apa-apa 

Seseorang, entah siapa, sedang menghitung berapa irup teh yang ia minum pagi ini. Pada tubuhnya terlihat ada tersisa sedikit puisi. Tapi puisi selalu berjalan di ruang sunyi. Maka dia menertawai dirinya sendiri. Anak-anaknya yang beranjak dewasa tak lagi sering menyapa

Sekarang Desember. Orang itu sudah mempersiapkan kalau hatinya akan selalu hujan 

***

Lebakwana, Desember 2020 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
1 Desember 2020