Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penikmat kata

Pedagang kaki lima Terlambat turun gunung

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

November Cinta

1 November 2020   06:02 Diperbarui: 1 November 2020   06:11 175 63 16 Mohon Tunggu...
Lihat foto
November Cinta
Ilustrasi. Dokpri. 

"Musim penghujan akan segera tiba," katamu parau, seperti gemerisik ilalang kering yang dirambati api

Kita harus bersiap-siap, hari-hari mungkin akan selalu basah. Meskipun kita belum bisa melarungkan resah 

Ada kopi, teh hangat, dan telur mata sapi untuk sarapan pagi 

Anak-anak belum sekolah. Kita mengajarinya saja di rumah. Mereka bisa belajar matematika padamu, dan aku menunjukkan cara menulis puisi. Atau membacakan sajak-sajak, cerita-cerita 

Bermain sepeda, mengajaknya ke kaki bukit.  Mencium bau tanah dari ladang maupun sawah. Melihat petani menabur benih padi. Agar tahu, nasi yang ia makan butuh proses berhari-hari hingga bulan berganti 

Di waktu senggang mengisi teka-teki silang. Satu mendatar, lima huruf, apa nama keluarga kita? Maka kita akan tulis: CINTA 

***

Lebakwana, November 2020 

VIDEO PILIHAN