Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penikmat kata

Pedagang kaki lima Terlambat turun gunung

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi | Membincangkan Percakapan

27 November 2019   21:42 Diperbarui: 28 November 2019   16:54 0 45 18 Mohon Tunggu...
Puisi | Membincangkan Percakapan
ilustrasi perbincangan saat hujan. (Pixabay.com/Comfreak)

Di tempatku sudah turun hujan, memang sebelumnya udara begitu gerah, yang konon sebagai pertanda tanah akan basah 

Tapi orang-orang masih sibuk menghitung-hitung percakapan yang tak perlu, membilang panggung di mana akan memainkan drama sewaktu-waktu. Apa mereka sudah lupa, panggung adalah tempat permainan yang menipu

Kita terpaku dengan cerita yang mengharu-biru, tersenyum dengan roman percintaan yang lucu, dan ketika lampu sudah padam kita hanya mengingatnya sambil lalu, karena esok ada cerita lain yang menunggu 

Di tempat lain orang-orang telah menyambut hujan dengan doa-doa yang menderas, mengaliri dinding hati yang sudah lama mengeras, dikarenakan harapan-harapan selalu berhadapan dengan batu cadas

Ada sebagian lagi, orang-orang menabung kebencian dijadikan jalan pintas, seolah-olah itu suatu hal yang pantas, hingga bila tiba saatnya nanti tabungan itu dipecahkan, dideretkan berhari-hari, dan dendam seperti terbayar impas

Dan saat panggung kembali ditegakkan, itulah waktu yang tepat untuk membidik sasaran 

***

Cilegon, November 2019 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x