Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penulis - Penikmat kata

Antologi puisi: Tiga Bicara Hujan

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kepala

8 November 2019   22:14 Diperbarui: 8 November 2019   22:33 62
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi. Sumber: Pixabay.com 

Tetanggaku selalu menaruh kepalanya di beranda. Kepala itu banyak bicara, bicara banyak 

Suatu waktu ia bicara tentang kepala-kepala yang tak mempunyai isi kepala, lain hari ia bercerita tentang isi-isi kepala yang tak berisi

Kemarin ia bertamu ke rumahku sambil membawa gambar-gambar kepala yang gagu. Ia bercerita, bahwa pita suara kepala-kepala telah robek, karena sering bicara sambil lalu, tanpa memedulikan apakah ia membicarakan sesuatu yang menjadi sembilu atau yang tak perlu 

Aku tak mungkin bisa menghindar, karena ke mana pun aku bertumpu, kepala-kepala seperti itu akan lahir setiap waktu 

Hari ini tetanggaku datang lagi bertamu, lebih banyak lagi membawa gambar-gambar kepala 

Kurasa ceritanya besok saja

***

Cilegon, November 2019 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun