Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penikmat kata

Pedagang kaki lima Terlambat turun gunung

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kepada Biru

17 Juni 2019   10:04 Diperbarui: 17 Juni 2019   10:15 0 9 1 Mohon Tunggu...

Yang bersemayam di langit. Cuaca sejuk matahari yang tak terlalu menggigit. Awan-awan bergerak buat bentuk-bentuk yang menawan

Yang menari di riak ombak. Perahu-perahu nelayan membelah gelombang penuh dengan hasil tangkapan, serta membawa nyanyian. Juga kepak burung camar berkesiutan. Dan perempuan-perempuan menunggu di tepi pantai, berharap dengan harapan-harapan

Yang terhujam pada jantung yang sesak. Menginginkan negeri yang selalu retak

Yang menyelusup pada hati seorang ibu. Mengenang kakinya yang berdarah-darah, mengantar anaknya hari ini memakai toga yang bersejarah 

Yang terpatri pada rindu 

Kamu! 

Cilegon, 2019