Mohon tunggu...
Imron Fauzi
Imron Fauzi Mohon Tunggu... Dosen IAIN Jember

Sebagai Dosen Tetap di IAIN Jember pada Mata Kuliah Etika Profesi Keguruan. Pengalaman menulis bermula pada tahun 2005 dengan mengembangkan sebuah blog sederhana yaitu https://mahluktermulia.wordpress.com/ yang berisi mengenai keagungan Rasulullah. Karya-karya buku yang telah diterbitkan antara lain: Manajemen Pendidikan Ala Rasulullah Saw (2012), The Power Of Story (100 Kisah-kisah Inspiratif) (2012), Kurikulum dan Bahan Ajar PAUD (2013), Pendidikan Kewarganegaraan (2014), Etika Profesi Keguruan (2017), Konvergensi Kurikulum dan Pembelajaran di Madrasah Berbasis Pesantren (2019), serta sebagai editor buku Pandom Mangerteni Basa Jawa (2014) dan Psikologi Perkembangan (2015). Selain itu, juga rutin menulis di beberapa jurnal ilmiah, detailnya dapat dilihat di: https://scholar.google.co.id/citations?user=ooLo7HYAAAAJ&hl=id.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Pembaharuan Sekolah dan Etika Profesi Guru

23 Januari 2020   00:16 Diperbarui: 24 Januari 2020   03:12 183 8 1 Mohon Tunggu...
Pembaharuan Sekolah dan Etika Profesi Guru
Ilustrasi guru galak. (sumber: bowie15 via kompas.com)

"Butuh puluhan tahun untuk mencapai kesuksesan, tetapi hanya butuh semenit saja untuk menggagalkannya."

Ungkapan tersebut selalu penulis sampaikan kepada para mahasiswa setiap membuka awal perkuliahan Etika Profesi Keguruan. 

Etika dalam setiap profesi merupakan standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam sistem dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk melaksanakan tugasnya masing-masing. 

Namun, dalam kenyataannya banyak profesi yang dijalankan selama ini masih cenderung mengabaikan etika, rasa keadilan dan kerapkali diwarnai praktik-praktik tidak terpuji seperti: korupsi, asusila, kekerasan, dan pelanggaran etika lain. 

Hal ini mengindikasikan bahwa di masyarakat kita telah terjadi krisis moral dengan menghalalkan segala mecam cara untuk mencapai tujuan, baik tujuan individu memperkaya diri sendiri maupun tujuan kelompok untuk eksistensi keberlanjutan. 

Terdapat banyak orang yang dianggap sukses dan perjuangan untuk menggapainya juga sangat luar biasa. Tetapi, pada akhirnya jatuh, gagal, hingga ada yang masuk bui karena pelanggaran etika, misalnya tindakan korupsi. 

Selain kasus korupsi, beberapa 'orang sukses' yang seharusnya menjadi contoh perilaku justru terlibat tindakan asusila. Tampaknya godaan nafsu seksual ini susah untuk mereka kekang.

Dengan mengkritik terlalu sederhananya persepsi umum atas pengertian etika yang hanya dianggap sebagai pernyataan benar dan salah atau baik dan buruk. Etika sebenarnya meliputi suatu proses penentuan yang kompleks tentang apa yang harus dilakukan seseorang dalam situasi tertentu.

Proses itu sendiri meliputi penyeimbangan pertimbangan sisi dalam (inner) dan sisi luar (outer) yang disifati oleh kombinasi unik dari pengalaman dan pembelajaran masing-masing individu.

Etika secara umum didefinisikan sebagai studi isi (conduct) yang sistematis yang didasarkan pada prinsip pengembangan moral, mencerminkan pilihan dan sebagai standar tentang sesuatu hal yang benar dan salah.

Guru merupakan ujung tombak bagi keberhasilan dunia pendidikan oleh karena itu seorang guru harus senantiasa mengembangkan baik secara mandiri serta ikut serta dalam pertemuan-pertemuan ilmiah yang bertujuan meningkatkan kompetensinya. 

Menurut Murpy, keberhasilan pembaharuan sekolah sangat ditentukan oleh gurunya, karena guru adalah pemimpin pembelajaran, fasilitator dan sekaligus merupakan pusat inisiatif pembelajaran.

Hal ini sejalan Mulyasa bahwa sedikitnya terdapat tiga syarat utama yang harus diperhatikan dalam pembangunan pendidikan agar dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, yaitu: sarana dan prasarana, buku yang berkualitas, dan guru yang profesional.

Artinya untuk dapat menciptakan pendidikan yang berkualitas tidak akan dapat dilepaskan dari faktor guru sebagai salah satu syaratnya.

Profesi guru mensyaratkan pemahaman tentang bagaimana belajar dan pembelajaran harus disesuaikan dengan perkembangan peserta didik sehingga pendidikan dapat dilaksanakan secara optimal. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x