Mohon tunggu...
Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim Mohon Tunggu... Editor - Penyair Majenun

Author of 'The Geek Got The Girl', 'Rindu yang Memanggil Pulang', 'Kafe Pojok dan Barista tak Bernama' (Antologi Puisi), 'Terdampar dan Cerita-cerita Lain' (Kumpulan Flash Fiction), '2045' (Kumpulan Cerpen) dan 'Bobo Pengantar Dongeng' (Kumpulan Dongeng Kekinian). Father. Husband. Totally awesome geek. Urban nomad. Sinner. Skepticist. Believer. Great pretender. Truth seeker. Publisher. Author. Writer. Editor. Psychopoet. Space dreamer. https://web.facebook.com/PimediaPublishing/ WA: +62 821 6779 2955

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

CMP 60: Cinta pada Pandangan Pertama

25 September 2022   08:00 Diperbarui: 25 September 2022   07:59 128 4 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Aku sedang menunggu bus. Cuaca mendung dan udara dingin. Terlalu dingin. Saking dinginnya, uap embun keluar dari hidung saat mengembuskan napas bagai kepulan asap gunung berapi.

Rasanya sulit dipercaya. Di sana, beberapa meter jauh dariku, berdiri seorang gadis muda yang cantik yang selama dua puluh menit terakhir menjadikan aku  satu-satunya objek perhatiannya. Sebenarnya, selama menunggu bus aku sadar jika aku sedang ditatap oleh seorang gadis.

Seketika, kenyataan ini membawa serangkaian perubahan nyata dalam diriku. Aku menjadi sadar diri. Aku mulai merapikan rambut, merapikan pakaianku, memeriksa sepatuku. Jantungku berdegup kencang. Aku tersipu.

Dan aku ketinggalan bus---satu-satunya bus yang akan membawaku tiba di kampus tepat waktu. Gadis itu sedang bergosip dengan teman-temannya, tetapi matanya tertuju padaku.

Beberapa menit berlalu. Gadis itu mengucapkan selamat tinggal kepada teman-temannya dan mulai berjalan ke arahku. Jantung mudaku serasa hendak copot!

Dan aku membayangkan dia menyapaku.

Halo, ganteng. Apa kabar? Aku ... Kamu siapa? Mau ke mana? Nanti malam film Avatar premiere di XXI.  Kamu mau menemaniku nonton?

Begitulah scenario di otakku.

Dan di sana, di depanku, gadis itu berkata,

"Halo. Swetermu bagus. Sepertinya rajutan tangan. Siapa yang bikin? Ibumu, ya? Izin buat difoto, ya?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan