Mohon tunggu...
Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim Mohon Tunggu... Editor - Penyair Majenun

Author of 'The Geek Got The Girl', 'Rindu yang Memanggil Pulang', 'Kafe Pojok dan Barista tak Bernama' (Antologi Puisi), 'Terdampar dan Cerita-cerita Lain' (Kumpulan Flash Fiction), '2045' (Kumpulan Cerpen) dan 'Bobo Pengantar Dongeng' (Kumpulan Dongeng Kekinian). Father. Husband. Totally awesome geek. Urban nomad. Sinner. Skepticist. Believer. Great pretender. Truth seeker. Publisher. Author. Writer. Editor. Psychopoet. Space dreamer. https://web.facebook.com/PimediaPublishing/ WA: +62 821 6779 2955

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Membalikkan Keadaan

25 Agustus 2022   21:02 Diperbarui: 25 Agustus 2022   21:05 115 7 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kami menuangkan lumpur adonan agregasi klon berikutnya. Jalur produksi akan membawa mereka dari ruang kloning melewati pancuran, lalu ke seragam, senjata, dan keluar ke pintu depan.

Dan kemudian proses dimulai lagi.

Kami telah melakukan ini cukup lama sehingga hanya sedikit dari kami yang ingat bagaimana perang dimulai atau mengapa kami berperang.

Kami terus membuat klon karena itu membuat kami dan orang yang kami cintai jauh dari garis depan.

Tidak ada cukup waktu untuk mengenal klon. Mereka tidak pernah menjadi manusia yang dicintai.

Departemen Riset dan Pengembangan terus melakukan perbaikan. Klon yang lebih cepat, lebih kuat, dan lebih tangguh membuat perang menguntungkan pihak kami.

Karena kami tidak pernah mengenal klon, kami tidak melihat perbedaannya. Mereka semua keluar dari mesin produksi telanjang dan kosong.

Mereka kembali ke lumpur adonan sama kosongnya.

Hari ini, orang-orang berjas melayang-layang di dekatnya. Mereka ingin melihat angkatan berikutnya. Ini aneh karena tidak pernah terdengar adanya modifikasi tengah hari.

Kami mengangkat bahu dan memulai proses penuangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan