Mohon tunggu...
Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim Mohon Tunggu... Penyair Majenun

Author of 'The Geek Got The Girl', 'Rindu yang Memanggil Pulang', 'Kafe Pojok & Barista tak Bernama' (Antologi Puisi), 'Terdampar dan Cerita-cerita Lain' (Kumpulan Flash Fiction), '2045' (Kumpulan Cerpen) dan 'Bobo Pengantar Dongeng' (Kumpulan Dongeng Kekinian). Father. Husband. Totally awesome geek. Urban nomad. Sinner. Skepticist. Believer. Great pretender. Truth seeker. Publisher. Author. Writer. Editor. Psychopoet. Space dreamer. https://web.facebook.com/PimediaPublishing/ WA: +62 821 6779 2955

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

10 Tips Singkat Menulis Novel (1)

28 Mei 2021   20:47 Diperbarui: 28 Mei 2021   21:05 104 17 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
10 Tips Singkat Menulis Novel (1)
litreactor.com

Sebagai penulis purna waktu, saat ini aku sedang menantang diri sendiri dengan menulis beberapa novel secara simultan. Karena itu, aku ingin berbagi catatan pribadi.

Hal pertama yang perlu kamu ketahui tentang menulis novel adalah tidak ada yang namanya 'menulis novel itu gampang'. Hal kedua yang perlu kamu ketahui adalah tidak ada rumus ajaib. Setiap novel menuntut strukturnya sendiri, kecepatannya sendiri, caranya sendiri dalam memandang dunia.

Masih mau lanjut? Baik.

Menulis novel bukan cuma mengantuk-antukkan kepala ke dinding karena frustrasi dan putus asa (meski, kadang-kadang itulah yang kulakukan), tapi menggali isi kepalamu dan juga petualangan yang menyenangkan. Ini duniamu. Kamu menciptakannya, mengisinya, mengolahnya, dan menyatukan semua bagian.

Jika kamu siap untuk menghadapi tantangan, berikut 10 langkah untuk memulai.

1. Lupakan Garis Besar

Awalnya, aku selalu membuat garis besar. Garis besar bagus, kecuali kalau malah membuat kamu gagal menyelesaikan novelmu. Aku sudah mengalaminya sendiri. Sebuah draf novelku yang 'konon' dinanti-nanti pembaca setia di sebuah platform literasi macet cet cet di bab tiga, karena garis besar yang kususun raib bersama laptopku.

Aku juga sering melihat pengarang yang berputar-putar selama bertahun-tahun, terikat pada garis besar yang gagal. Yang baik dengan garis besar adalah memberi kamu arahan. Hal buruk tentang garis besar adalah garis besar membatasi kemungkinan-kemungkinan novelmu dan menyebabkan kamu terjebak dalam lingkaran tak berujung (eh, lingkaran memang tak berujung, ding).

Setidaknya, lima puluh halaman pertama novelmu tulis tanpa garis besar. Sebaliknya, coba buat daftar adegan yang lebih mudah digunakan. Aku mulai menulis 6 (enam) novel pada awal Ramadan tahun. Sekarang rata-rata minimal mencapai 30 persen. Bahkan ada yang sudah 80 persen.

2. Tetapkan Setting

Setting atau latar tidak hanya mencakup tempat, tetapi juga waktu. Di mana novelmu terjadi dan kapan?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x