Mohon tunggu...
Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim Mohon Tunggu... Penyair Majenun

Author of 'The Geek Got The Girl', 'Rindu yang Memanggil Pulang', 'Kafe Pojok & Barista tak Bernama' (Antologi Puisi), 'Terdampar dan Cerita-cerita Lain' (Kumpulan Flash Fiction), '2045' (Kumpulan Cerpen) dan 'Bobo Pengantar Dongeng' (Kumpulan Dongeng Kekinian). Father. Husband. Totally awesome geek. Urban nomad. Sinner. Skepticist. Believer. Great pretender. Truth seeker. Writer. Editor. Poet. Space dreamer. https://www.wattpad.com/user/IkhwanulHalim

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Lampu Tidur

13 Juni 2019   14:06 Diperbarui: 14 Juni 2019   15:03 0 22 8 Mohon Tunggu...
Lampu Tidur
acehardware.co.id

Kirana Cahyarani tidak pernah tidur tanpa lampu malamnya yang dinamai Zarpa, jerapah berleher panjang kuning yang imut.

Suatu pagi dia terbangun tanpa Zarpa di atas meja rias di sisi ranjang. Kirana melemparkan selimut tebalnya, melompat ke lantai berkarpet dan berlari ke dapur menemukan suaminya, Giring, duduk bersandar di kursi memegang cangkir kopi.

"Sayang, di mana Zarpa?" Kirana bertanya. Napasnya terengah-engah.

"Maksudmu lampu tidurmu itu? Sayang, umurmu sudah 30 tahun. Kamu tidak butuh benda kekanak-kanakan itu lagi."

"Apa yang kamu lakukan?" Kirana merengut dengan butiran keringat menguraikan garis rambutnya yang hitam bersemu merah. Kebingungan, dia mondar-mandir di lantai dapur dengan tangan bersilang di dada.

"Aku menitipkannya ke tetangga depan yang sedang mengadakan garage sale," jawabnya sambil memasukkan roti sisir ukuran besar ke dalam mulutnya.

"Zarpa selama ini yang telah melindungi kita!"

"Dari apa?" tanya Giring dengan mulut penuh. "Aku lebih kuat dari lampu malam," sambungnya sambil memamerkan otot-otot lengannya.

***

Kirana menyambar gawainya, membuka pintu depan, berlari dengan masih mengenakan daster batik menyeberang jalan menuju halaman tetangganya yang sedang mengadakan garage sale.

Dia mencari-cari di semua meja.

Tidak ada.

Kirana merasakan bulu kuduknya berdiri tegak.

Bu Darmi yang berusia 78 tahun, pensiunan guru SMP dan tetangga paling ramah di komplek itu, bertanya, "Kirana Sayang, apa yang kamu cari?"

"Maaf," Kirana mengeluarkan gawainya dari saku daster. Dia membuka album foto dan menunjukkan sebuah gambar. "Apakah ibu ingat siapa yang membeli lampu yang serupa dengan gambar ini?"

Jerapah berleher panjang berwarna kuning dari akrilik dengan lampu di perut dan dagunya muncul di layar gawainya yang berpendar lemah di bawah mentari pagi.

"Oh ya. Tadi ada seorang pria ganteng yang membeli jerapah lucu itu, dan juga beberapa barang lainnya. Setelah itu dia pergi terburu-buru. Ibu belum pernah melihatnya sebelumnya. Dia membeli tanpa menawar, lho."

"Oh." Kirana terhuyung-huyung dan nyaris jatuh.

 "Sayang, kamu mau saya ambilkan air minum hangat? Wajahmu pucat sekali! Kemarilah, duduk di kursi sebentar."

"Tidak, terima kasih. Aku akan baik-baik saja. Terima kasih, Bu Darmi." Zarpa telah hilang untuk selamanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3