Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim WIRAUSAHA

Author of 'The Geek Got The Girl', 'Rindu yang Memanggil Pulang', 'Kafe Pojok & Barista tak Bernama' (Antologi Puisi), 'Terdampar dan Cerita-cerita Lain' (Kumpulan Flash Fiction), '2045' (Kumpulan Cerpen) dan 'Bobo Pengantar Dongeng' (Kumpulan Dongeng Kekinian). Father. Husband. Totally awesome geek. Urban nomad. Sinner. Skepticist. Believer. Great pretender. Truth seeker. Writer. Editor. Poet. Space dreamer. https://www.wattpad.com/user/IkhwanulHalim

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Hits dan Terpopuler (Kata Penutup)

15 November 2017   12:05 Diperbarui: 15 November 2017   12:27 1607 18 12
Hits dan Terpopuler (Kata Penutup)
Ilustrasi: fanart.tv

Ketika salah satu sahabat saya di RTC memberitahu saya lewat pesan WhatsApp tentang artikel yang menyentil saya sebagai 'sampah' di kolom 'Terpopuler', saya hanya tertawa.

Saya jadi teringat heboh tentang misteri hilangnya hits setelah K Lama bermetamorfosa menjadi K Baru. Selain tentang hilangnya hits, sudah ada yang menanyakan saya fenomena lonjakan hits dari akun baru.  Namun, saat itu lonjakan hits tidak terlalu menonjol. Saya hanya menjawab: bisa jadi itu kesalahan sistem atau 'pesan sponsor'.

Namun sebagai mantan konsultan IT, saya mencoba menelaah tantang hilangnya hits, terutama ketika jumlahnya di bawah dari 'Nilai' (vote). Artikel yang saya tulis hanyalah hipostesis, karena saya tidak pegang fakta tentang algoritma yang digunakan untuk menampilkan hits di K Baru.

Saya jelaskan  lagi (untuk kesekian kalinya), saya tidak terlalu peduli tentang NT atau statistik selain JUMLAH ARTIKEL saya. Itu juga yang menjadi awal saya mengamati beda K Lama dan K baru, yang berlanjut dengan selisih hits. Mengapa saya peduli dengan JUMLAH ARTIKEL? Karena saya menulis untuk DIBUKUKAN, dan Kompasiana adalah tempat saya menabung tulisan.

Tudingan bahwa saya 'sampah' membuat saya mengamati Kolom Terpopuler, dan memang ternyata aneh bin ajaib. 

Menurut analisis salah satu sahabat saya yang menjadi The Best Kompasianer tahun ini, untuk mendapat hits yang memadai ada beberapa syarat (bisa salah satu atau lebih):

1. Judul yang menarik dan sedang populer, dengan kata lain clickbait.
2. Punya gerbong pembaca yang setia.
3. Mendapat stiker 'PILIHAN'atau 'ARTIKEL UTAMA'

Satu lagi saran salah seorang teman senior: waktu 'publish' juga menentukan jumlah pembaca.  Tapi apakah artikel yang dipublish malam tak mungkin di baca banyak orang saat itu juga? Mungkin, kalau gerbong pembaca Anda banyak yang:  1. Tinggal di zona waktu yang berbeda, 2. Pekerja shift malam, atau, 3. Vampire.

Jadi, kenapa saya menulis ini?

Semua gara-gara mas MJK Riau.

Selain saya punya teman(dan follower) ribuan di facebook, saya pernah tinggal di sejumlah ibu kota provinsi, bekerja di banyak perusahaan, sekolah di  dua SMA Negeri, alumni universitas tertua dan terbesar di Indonesia, pernah menjadi anggota organisasi terkemuka internasional dan bergabung dalam banyak komunitas yang berbeda.

Jadi, ketika ada yang menuduh saya 'sampah' atau 'sirik' karena ada Kompasianer yang lebih tinggi jumlah hits-nya sehingga saya kalah di Kolom Terpopuler, kalian salah orang. Ha ha.

Saya hanya meneruskan pertanyaan dari orang lain (tarik napas dalam-dalam):

"Bagaimana mungkin artikel yang judulnya tidak 'cachy' dari penulis yang selama ini hanya punya pembaca rerata sekian atau baru pertama kali menulis dan di-posting saat sepi pengunjung tiba-tiba mendadak dalam kurang dari 1 - 3 jam (ingat, sudah lewat tengah malam) pembacanya melonjak menjadi di atas tiga ribu, bahkan belasan ribu dan bertengger di puncak NT, sementara yang lain baru mencapai ratusan mendadak tinggal belasan bahkan nyaris nol?"


Nah, semua uneg-uneg yang kalian tanyakan pada saya sudah saya keluarkan, teman-teman.  Saya mau nulis lagi. Cukup sudah buat saya soal hits dan NT sampai di sini. Mudah-mudahan K Baru bisa segera menanggalkan tanda 'beta'.

Saran saya, mari kita sama-sama terus menulis. Tulis apa saja. Jujur saja, awalnya saya memandang remeh penulis yang overproduktif, tapi kini saya menaruh hormat pada mereka. Mereka mampu menerjemahkan peristiwa menjadi kata-kata. Dan bulan ini saya mencoba untuk meniru mereka. Mereka teladan saya.

Kalau ternyata saat hendak menerbitkan tulisan ujug-ujug K error, nikmati saja. Ha ha ha.

Dan menyangkut statistik dan NT, anggap saja bonus, yes?


Bandung, 15 November 2017

Referensi:

- Pembaca Artikel Menjadi Nol
- Salah Kaprah tentang Google Cache (?)
- Postingan Sang Pujangga Sering Masuk Kolom Terpopuler

Catatan: Artikel yang menyebut-nyebut 'sampah' dan 'populer' silakan cari sendiri.