Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim WIRAUSAHA

A father, author of 'The Geek Got The Girl' dan 'Rindu yang Memanggil Pulang' (Antologi Puisi), 'Terdampar dan Cerita-cerita Lain' dan '2045' (Kumpulan Cerpen), totally awesome geek, urban nomad, sinner, skepticist and believer, great pretender, truth seeker, kompasianer, fiction-writer, poet, space dreamer. https://www.inspirasi.co/ayahkasih https://www.wattpad.com/user/IkhwanulHalim

Selanjutnya

Tutup

Cerpen highlight

Awet

13 Oktober 2017   19:43 Diperbarui: 13 Oktober 2017   21:59 3812 20 11
Awet
Ilustrasi: www.shutterstock.com

Semenjak perpisahannya dengan Garin enam bulan lalu, Mona memiliki hobi baru: taksidermi. Dia belajar dari video-video 'do-it-yourself' yang ditontonnya di youtube.

Dia juga membeli sejumlah buku tentang bagaimana mengawetkan hewan dari situs amazon termasuk Stuffed Animals: A Modern Guide to Taxidermy karangan Divya Anantharaman dan Katie Innamorato. Tak butuh lama, Mona menjadi ahli dalam mengawetkan hewan mati.

Dia tak pernah kesulitan untuk mendapatkan tubuh hewan untuk proyek-proyeknya. Pedagang binatang peliharaan di pasar dengan senang hati memberinya bangkai barang dagangan mereka yang mati sebelum laku dijual. Lagi pula, bangkai yang kini dikerjakannya dalam kondisi sempurna.

Meja kerjanya tak jauh dari mesin jahitnya, terjangkau tangan yang tak pernah lepas dari alat-alat yang dia butuhkan. Termasuk buku-buku miliknya .

Gorden bermotif tanaman jeruk nipis melindungi ruang jahitnya dari sinar matahari. Mungkin orang-orang akan keliru dengan tanaman serupa di dalam pot sekitar rumah. Daun jendela terbuka untuk membiarkan udara dingin mengalir dari taman. 

Mona sering tenggelam dalam pekerjaannya hingga lewat tengah malam. Tetangga yang sering melihat merasa kasihan, karena Mona baru menjanda. Tentu dia harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya.

Mona membaca: Membuat cetakan kepala, harus akurat dan rinci untuk hasil terbaik, dengan otot dan pembuluh darah tergambar pada tempatnya.

Dia menuangkan cairan ke dalam cetakan ketika tiba-tiba seekor kecoak terbang ke dalamnya, mengacaukan hasil kerjanya.

"Sialan," desis Mona. Dia mungkin harus mengulang lagi dari awal.

Dengan tangannya yang belepotan, dia menutup jendela dan menarik gordennya sehingga tak terlihat lagi langit malam. Lalu ia memindahkan bangkai yang sedang dikerjakannya ke kursi dekat jendela, di bawah lampu yang menerangi ruang kerjanya itu.

Dari seberang taman, tetangga sebelahnya menatap Mona dan siluet proyeknya.

"Pak," wanita itu memanggil suaminya, "kamu tahu siapa itu?"

Suaminya mendekat lalu berdiri di sampingnya.

"Sepertinya Garin," jawab suaminya.

"Mungkin dia memutuskan untuk kembali ke istrinya."

Bandung, 13 Oktober 2017