Mohon tunggu...
Yayan Sopian
Yayan Sopian Mohon Tunggu... Guru yang belum bisa digugu dan ditiru

..

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Menunggu Senja (Ngabuburit) di Gereja, Berbuka dengan Penganan Asia

13 Juni 2018   18:32 Diperbarui: 15 Juni 2018   01:33 1011 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menunggu Senja (Ngabuburit) di Gereja, Berbuka dengan Penganan Asia
Penulis dengan latar belakang Rumah Billy Graham dan Billy Graham Library (Dokumentasi Pribadi)

Siang itu, 05 Juni 2018 Masehi bertepatan dengan 21 Ramadan 1439 Hijriah, Kota Charlotte terasa gerah dan panas. Prakiraan cuaca yang muncul dari gawai menunjukkan suhu 29 derajat celcius. 

Maklum saja, bulan puasa tahun ini seperti tahun sebelumnya, berlangsung lebih lama dan bertepatan dengan musim panas di kota-kota di Amerika, termasuk negara bagian Carolina Utara. 

Menyempatkan diri menyinggahi Kota Charlotte, Carolina Utara tidaklah direncanakan. Teman kamar (roommate) yang berasal dari Taiwan, meminta saya untuk menemaninya untuk menjemput teman dekatnya di Charlotte. 

Tentu saja, saya tidak mau disebut orang yang tidak tahu berbudi, setelah dihari yang sama dengan sukarela dia mau mengantarkan saya menuju ke Kedutaan Besar Indonesia di Washington, D.C. yang ditempuh sekitar 7 jam dari Huntington, West Virginia.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Perjalanan kurang lebih 8 jam non stop ditempuh dari DC ke Charlotte, hingga kamipun tiba sekitar pukul 23.30 Waktu Standar Timur (EST). Setibanya di rumah teman yang kami jemput tersebut, kami disuguhi penganan khas Vietnam serupa spring roll. Konsep makanan ini menyerupai lumpia, namun yg berbeda adalah basenya, lembaran tipis bulat yang terbuat dari beras bernama "Banh trang". 

Lembaran yang menyerupai kertas tipis tersebut harus dicelupkan sesaat di air, sebelum diatasnya diletakkan beberapa bahan seperti rice noodle, irisan daging sapi, udang, scallop, daun ketumbar (cilantro) dan acar (yang terbuat dari wortel dan ketimun), untuk selanjutnya digulung seperti layaknya membuat lumpia. 

Makan malam "yang terlambat" tersebut sekaligus menjadi makan sahur bagi saya. Maklumlah hanya saya sendiri yang menjalankan puasa (yang tentu sebenarnya tidak perlu membuat maklumat apakah saya puasa atau tidak).

Gedung-gedung di Kota Charlotte dimalam hari, diambil dari kejauhan (Dokumentasi Pribadi)
Gedung-gedung di Kota Charlotte dimalam hari, diambil dari kejauhan (Dokumentasi Pribadi)
Vietnamese spring roll dengan pembalut berbahan tepung beras (www.thekitchn.com)
Vietnamese spring roll dengan pembalut berbahan tepung beras (www.thekitchn.com)
Keesokan paginya roommate menanyakan jika ada tempat yang ingin saya kunjungi, dia dengan senang hati mau mengantarkannya. Pilihan pertama saya jatuh ke sebuah toko donasi, yang bernama Goodwill

Toko donasi yang sudah berusia kurang lebih 116 tahun ini pada mulanya didirikan oleh seorang tokoh Gereja Metodhist, Edgar J. Helms dengan tujuan untuk memberdayakan dan menghidupi jemaat dan komunitas di sekitarnya yang kurang beruntung. 

Berawal dari sebuah misi mulia tersebut, kini Goodwill telah memiliki kurang lebih 165 cabang independent yang tersebar diseluruh penjuru Amerika Serikat, ditambah pula 14 affiliasi di 13 negara.

Goodwill of Southern Piedmont, Charlotte (www.wccbcharlotte.com)
Goodwill of Southern Piedmont, Charlotte (www.wccbcharlotte.com)
Setelah mendapatkan "buruan berharga" di Goodwill, roommate pun mengarahkan kemudinya ke salah satu atraksi di Kota Charlotte, yakni Billy Graham Library. Dari namanya kita tentunya akan diarahkan kepada satu tokoh yang bernama Billy Graham.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x