Mohon tunggu...
Ayah Farras
Ayah Farras Mohon Tunggu... Konsultan - mencoba menulis dengan rasa dan menjadi pesan baik

Tulisan adalah bagian dari personal dan tak terkait dengan institusi dan perusahaan

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Dendang Tuan Puan Duka Kaum Papa

17 Mei 2020   16:44 Diperbarui: 17 Mei 2020   16:35 260
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sulut cahaya dan biarkan jelas melihat

Kau pun tersilau dan ganggu tidurmu

Negerimu memanggil untuk makan dan hidupmu sendiri

Siapkan ceret usang dalam gubukmu

Isi dengan asa dan janji dari tuan dan puan di seberang sana

Reguklah sepuasnya sampai engkau buncit

Buncit dengan tenang dan yakin seperti yakin janjinya padamu

Jangan kau nikmati sendiri

Kisahkan ceritamu pada kawanmu

Bila perlu beri kipas bambu

Agar kawanmu lelap dan larut usai reguk ceretmu

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun