Mohon tunggu...
Rizky Purwantoro S
Rizky Purwantoro S Mohon Tunggu... Lainnya - pegawai biasa

Membaca, mengkhayal dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Rumah Panggung, Salah Satu Kearifan Lokal Leluhur Kita

24 November 2022   17:33 Diperbarui: 24 November 2022   17:35 595
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Penulis pernah mendapatkan kesempatan ke daerah Bengkulu, nama daerahnya agak lupa, namun ada yang cukup menarik disana.

Yaitu rumah panggung di sana, tiang-tiangnya tidak tertancap ke dalam tanah. Tiang-tiang rumahnya justru ditopang adanya batu berukuran kecil.

Pada saat itu penulis berpikir apakah rumah panggung model semacam itu kuat dan tahan menghadapi gempa? Modelnya saja adalah rumah panggung yang mempunyai kaki tiang jauh dari tanah, ditambah lagi tiangnya itu ternyata tidak menancap, tapi "mengambang" di atas batu kecil.

Namun ini bisa jadi merupakan salah satu kearifan lokal dari leluhur kita yang seharusnya dapat menjadi pelajaran bagi generasi sekarang.

Alam itu sangat dahsyat dan tidak mungkin dilawan oleh manusia, sekuat apapun mereka. Begitu pula bencana alam, termasuk gempa yang antisipasinya bukan dengan cara mengalahkannya, namun harus mengikuti apa yang diinginkan oleh alam.

Jika gempa dilawan, akibatnya yang kalah pastinya manusia. Manusia tidak boleh congkak meremehkan kedigdayaan alam, apalagi kalau alam itu lagi mengamuk.

Bijaklah menyikapi kebesaran alam, jadilah seperti bambu yang tidak melawan terhadap hembusan angina kencang, jangan jadi tiang listrik yang sebenarnya lebih kokoh dari bambu, tapi karena kekokohannya itulah yang menyebabkannya cepat tumbang.

Bukankah ada teori dalam ilmu geologi yang menyebutkan bahwa semakin sedikit landasan bangunan yang langsung bersentuhan dengan tanah, maka akan lebih sedikit menyerap getaran daripada bangunan yang semua fondasi dan landasannya menempel dengan tanah.

Memang masih ada tiang-tiang yang kena tanah, tapi luas penampangnya jauh lebih sempit dibandingkan rumah modern saat ini.

Dan di Bengkulu ini, rumah panggungnya ditambah lagi adanya batu kecil, yang membuat tiang-tiang itupun akhirnya tidak menempel tanah.

Kalau ada gempa, tentunya rumah panggung itu akan tetap bergoyang dan penghuni di dalamnya akan merasakan efek gempanya juga. Tapi kemungkinan besar hanya itu saja dampaknya, karena dengan adanya tiang dan batu di bawahnya memperkecil potensi akan rubuhnya rumah itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun