Anton Pramono
Anton Pramono

Saya ingin sekali bisa menulis dengan baik tetapi belum tahu banyak tentang menulis.

Selanjutnya

Tutup

Humor

Rolando, "Move On" dan Kegalauan Fans

12 Juli 2018   02:27 Diperbarui: 12 Juli 2018   02:55 267 0 0

Rumor itu akhirnya jadi kenyataan, Cristiano Ronaldo, alias CR7 pindah ke Juventus, salah satu klub bola besar di Italia. Kalau dilihat tanda tandanya sebenarnya, kita seharusnya nggak usah kaget. Cuman kadang kita suka membohongi diri. 

Ya kelihatan banget, sewaktu tim Real Madrid tandang ke Juventus, fans di sana memberikan lambaian selamat datang saat Ronaldo mencetak gol. Memang kenyataan itu suka dipungkiri ya, karena kita nggak siap menghadapi. Cie-cie, ini bola, bukan soal patah hati.

Dan gue yakin, salah satu masalah yang dihadapi oleh para fansnya Ronaldo adalah dilema antara idola dan klub. Selama ini kan yang namanya Ronaldo, pastinya Real Madrid. Elo kebayang nggak sih apa akibatnya kalau keduanya dipisahkan? Ronaldo nggak main lagi di Real Madrid? Itu sih, semua orang tahu.

Nih ya, salah satu issue soal jersey Real Madrid yang banyak banget dibeli orang. Ronaldo sekarang kan sudah pindah ke Juventus, terus tuh kaos diapain. Kalau elo fans berat Ronaldo, elo nggak mungkin dong datang ke acara pertandingan Juventus pake kaos Real Madrid no 7, kesayangan elo. Bisa dikira elo salah Jadwal kan.

Terus kalau elo datang pas pertandinganya Real Madrid dan tetap pake kaos no 7, elo tiba tiba dianggap fansnya Hazard lagi,  striker chelsea yang bakal gantiin posisinya Ronaldo. Atau paling jelek, elo dianggap gagal move on - terjebak nostalgia sama CR7. Heheheh, memang enak.

Tapi jujur aja ya, kalau elo dulu adalah fans berat Ronaldo dan Real Madrid, kira kira elo akan berat kemana ya? Akankah elo mengikuti kemana angin berhembus, atau tetap berdiri dimana langit dijunjung? Maksudnya? Gue juga kagak tahu sih kenapa harus ada pertanyaan puitis kayak gitu. 

Intinya elo pasti dilema, kayak buah simalakama, ikutan pindah sama Ronaldo, kaos kesayangan elo sekarang bakalan masuk gudang. Tetap Real Madrid, elo bakalan kangen sama penampilan si Ronaldo. Padahal gue sendiri belum pernah lihat buah simalakama, apalagi pohonnya.

Tapi elo bisa bayangin nggak sih kalau elo jadi Ronaldo?

Dia itu sudah lama banget lho di Real Madrid. Kalau pas gabung di Real Madrid, dia punya anak. Anaknya sekarang sudah kelas 3 SD, sudah jago main bola - peering sama ayahnya. Kalau dia punya cicilan KPR 10 tahun, tinggal setahun lagi selesai. Eh, itu gue ding. 

Dan dengan waktu selama itu, kayaknya elo butuh suasana baru. Ibaratkan elo tinggal di sebuah lingkungan, tetangga elo sudah kenal banget sama elo. Pak RT nya saja sudah berapa kali ganti. Pak RWnya Juga. Bahkan presidennya pun sudah mau ganti lagi tahun depan, kan sudah 2 periode, eh baru satu periode ding. 

Dan kalau dalam 9 tahun itu juga elo belum juga nikah, anak-anak kelas SD sewaktu elo pindah ke lingkungan itu sudah mulai kirim undangan pernikahan mereka. Kebayang kan elo tambah umur - jadi tua, plus malu belum nikah juga, dan pada akhirnya sadar kalau elo butuh suasana baru. Minimal biar elo nggak dianggap sebagai anggota jodi -  jomblo abadi. 

Terus elo pernah kebayang nggak teman-teman Ronaldo. Contoh ya, elo punya teman yang suka ngasih utang ke elo? Waktu elo dalam krisis, elo bisa telepon dia, dan minta transferan. Terus sekarang, tiba tiba teman loe itu pergi. Nah, kan ATM emergency elo hilang. Teman-temannya Ronaldo gitu juga kali ya. Tapi gue rasa bukan soal uang kali ya, ini soal perhatian, kasih sayang, dan rasa cin... Eh, ini ngomongin Ronaldo kan, bukan soal mantan. #gubrak

Punya teman Ronaldo, juga berarti elo punya pegangan buat mendapatkan bonus tahunan. Soalnya tahu sendiri, berapa kali kemenangan yang diraih bersama Ronaldo karena kerjasama yang erat di semua tim. Terus tiba tiba, dia pergi? Bonus tahunan elo gimana? Kestabilan ekonomi selama 9 tahun tiba tiba penuh dengan ketidakpastian. 

Krisis keuangan tidak hanya di sebuah negara, tapi bisa juga di pribadi kita masing-masing. Jadi mulailah elo ikut asuransi, menabung, dan jangan lupa beramal. Lha? Malah jadi nasihat financial planner.