Mohon tunggu...
Kang Wahyu
Kang Wahyu Mohon Tunggu... Penulis - Peracik Diksi

Lima: Literasi mata hati. Mencoba senyawa, berkarya bersama.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Jika Kamu

8 Oktober 2021   17:10 Diperbarui: 8 Oktober 2021   17:17 150 30 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber Ilustrasi: PEXELS/icono.com

Jika kamu bagiku adalah pengganggu, tentu aku akan sering merasa risih. Bahkan sangat mungkin aliran darahku sontak mendidih, ketika melihat lalu memandangimu, atau katakanlah aku ini benar-benar memperhatikanmu saat itu juga.

Jika kamu bagiku adalah laksana tamu, bukankah aku ini sebaiknya berupaya menghormatimu? menghargaimu? pula memperlakukanmu dengan sebaik-baiknya perlakuan?

Jika kamu selama ini cukup berhasil mendekatiku, lalu secara perlahan mengenaliku dan kemudian memahamiku, bukankah sebaliknya akupun mesti berupaya untuk bisa memahamimu juga?

Jika kamu memang seperti itu, bukankah sebaiknya aku mau untuk mencari tahu tentang kurang atau lebihmu itu? tentunya agar aku bisa memastikan, apakah aku ini harus sekian lama bersamamu atau justru meninggalkanmu.

Jika kamu terus begitu, aku percaya bahwa ini semua bukan kebetulan. Aku percaya bahwa kamu adalah ujian, aku percaya bahwa aku ini dipersilahkan untuk semakin mengenalimu, beserta dampak apa saja yang sekiranya akan kamu timbulkan.

"Kesepian memang tidak bisa dihindari, kamu berkenan menopangku."

"Kesunyian menghampiri, kamu cukup berhasil menjangkauku. Akupun tersenyum lagi dan lagi, tidak lagi menggerutu."

"Imajinasiku kembali menari-nari, seperti saat ini, detik ini juga, dimana kamu bersedia aku ajak berkompromi."

Jika kamu terus begini, sulit bagiku melepasmu. Jika kamu terus begitu, sungguh tidak mudah bagiku melewatkan begitu saja keberadaanmu. Jika kamu sanggup menjalani ini semua dan merasa sangat betah denganku, haruskah aku membuangmu?

"Aku menyadarinya, aku mengakuinya. Hadirmu, memang benar memberiku cita rasa."

Bandung, 08 Oktober 2021

Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan