Mohon tunggu...
Kang Wahyu
Kang Wahyu Mohon Tunggu... Penulis - Kaum Adam

September...

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Ketika Apa yang Berkecamuk, Kian Seru Saja

27 Juli 2021   21:23 Diperbarui: 27 Juli 2021   21:39 137 36 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ketika Apa yang Berkecamuk, Kian Seru Saja
Sumber Gambar: Kompasiana

Banyak hal yang terjadi dalam menikmati alur hidup ini. Ada episode yang tentunya menyenangkan, ada juga cerita beberapa pengalaman yang rasanya itu mungkin saja hambar, bahkan nyaris tidaklah enak sama sekali baginya perasaan.

"Berharap ada orang lain yang menghibur?!"

"Tergantung ke orang lain? yang tentu memiliki ujian hidup dengan ragam situasinya, yang mesti mereka jalani juga di setiap detiknya."

"Kenal baik, bahkan kenal banget dengan kapasitas dan kualitas yang diri sendiri miliki gak sih?!"

Usia adalah salah satu harta yang paling berharga. Diajarkan, mengalami ragam situasi yang tentu saja petualangan bagi perasaan dan pikiran seorang pribadi, berapapun angka usianya.

Semakin dewasa, berupaya bertambah kematangan. Semakin kaya ragam rupa pengalaman, itulah rupa-rupa keindahan perjalanan hingga usia yang kesekian.

Bertumbuh dengan cara bertambah, bertambahnya kesadaran pun yang lain dan sebagainya. Bertambah dengan cara bertumbuh, bertumbuhnya satu demi satu sekian sisi berkenan menerima ragam kenyataan.

Finally.. is all yours, mau begini ataupun begitu, berpikir seperti ini ataupun coba berpikir seperti itu. Toh iya, dampaknya itu akan menjadi baik atau justru akan sebaliknya, itu kan tergantung pribadi itu sendiri yang memang menjalaninya, menikmatinya, dan mungkin saja juga tengah jelas-jelas mensyukurinya.

"Jika orang lain itu tidak ada satupun yang berharga, cukup jadikan diri itu sendiri sebagai pribadi yang sanggup berkaca tanpa harus berkaca-kaca."

"Bila memang percaya terhadap energi yang dimiliki diri sendiri itu adalah hal utama, lakukan dengan merasa, jangan dengan cara merana."

"Ketika diri sendiri sanggup, itulah satu ciri mandiri. Ketika sendiri tidak mampu, berarti butuh orang lain yang tulus untuk peduli."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN