Anggriawan Nova P
Anggriawan Nova P

Nothing special from Me. . =)

Selanjutnya

Tutup

Sosial Budaya

Main Kuda-Kudaan Kok Sampe Masuk?

25 Oktober 2010   13:35 Diperbarui: 25 April 2016   00:49 3392 1 5


Suatu malam ketika saya sedang menonton acara berita di tv, saya mendengar ibu saya sedang bercerita kepada kakak saya tentang kejadian yang dialaminya tadi siang. Saking asyiknya ibu saya bercerita, saya menjadi tertarik untuk mendengarkannya. Pertama-tama saya kurang paham apa yang sebenarnya diceritakan, lalu saya meminta ibu saya untuk mengulangi ceritanya dari awal.Singkat cerita, suatu hari setelah ibu saya mengajar, ada wali murid yang menemui ibu saya dikantor dan menceritakan kejadian yang menimpa anaknya/murid dari ibu saya. Setelah mendengar cerita tersebut, ibu saya kaget karena beliau tidak mempunyai pemikiran bahwa akan ada hal seperti itu. Apalagi ibu mengajar di TK. Ibu saya adalah guru Taman Kanak-kanak di suatu desa ditempat kota saya tinggal. Namun desa tempat ibu saya mengajar itu dekat dengan daerah perkotaan, sehingga pergaulan anak-anak di derah tersebut sudah dipengaruhi daerah kota. TK diamana ibu saya mengajar, berjejeran dengan sekolah dasar di desa tersebut.


Paginya, ibu mendekati salah satu muridnya dan bertanya, “nduk, cah ayu, kowe nengopo, romomu wingi nemoni ibu guru, sopo sing nakal mbek kowe??”, beliau bertanya. Pertama dia tidak mau menjawab karena persaan takut. Melihat hal itu, ibu saya memancing terus agar anak tersebut mau bercerita. Dengan pengalaman dan kepandaian merayu akhirnya anak tersebut mau bercerita. Dengan polosnya murid ibu saya menjawab, “ae anu bugulu, dek wingi aku dolanan mbek mas wisnu lan mas danu (nama samaran), pas dolanan og aku dikon mlumah telus celanaku dicopot jare meh dolanan jalan jalanan”, intinya murid ibu saya diajak main dengan wisnu dan danu kemudian disuruh terlentang, katanya mau main kuda-kudaan. Wisnu merupakan teman satu kelas, sedangkan Danu sudah kelas II SD. Kemudian berbicara lagi” teus mas danu lan mas wisnu yo nyopot celanane jare men asik buk le dolanan. Singkat cerita, kemaluan milik Wisnu masuk ke kemaluan murid ibu saya, namun tidak dalam, yang kedua kemaluan Danumasuk, dan murid ibu saya langsung menendang Danu karena merasakan sakit. Setelah itu dia memakai celananya danlari keluar.


Sampai dirumah, ia menceritakan kepada ibunya dan sampailah ketelinga ayahnya. Namun karena ayah anak tersebut orangnya sabar, maka beliau tidak langsung naik pitam dan mencari Danu dan wisnu, tetapi melaporkan kejadiantersebut ke ketua Rt sampai Lurah. Setelah melalui beberapa proses, ternyata murid ibu saya sudah tidak perawan. Hasil itu cukup untuk bukti untuk membawa danu dan wisnu kepenjara, namun ayah dari murid ibu saya tidak melakukan hal tersebut, namun beliau memberi kesempatan kepada Danu dan Wisnu untuk merubah perilakunya untuk menjadi lebih baik lagi.


Dari cerita diatas saya simpulkan yang pertama, bahwa media televisi dan internet sangat mempengaruhi moral anak, karena Danu dan Wisnu melakukan hal tersebut setelah mereka melihat adegan seperti itu di media televisi dan internet.Yang kedua kita tidak harus selalu memberikan hukuman kepada orang yang berbuat salah, namun memberikan kesempatan dan arahan yang positif kepada orang yang berbuat salah lebih baik agar orang tersebut dapat memperbaiki kesalahannya. Belum tentu orang yang kita hukum itu menyesali perbuatann dan memperbaikinya.