Mohon tunggu...
Awaluddin Rao
Awaluddin Rao Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pendidikan

Berislam Bergembira

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Karena Kita Bukanlah Panitia Surga!

19 September 2021   14:37 Diperbarui: 19 September 2021   14:38 84 6 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Karena Kita Bukanlah Panitia Surga!
Pemandangan - eurofer.eu via canva.com

"Kring.. Kring..." Sebuah ponsel tiba-tiba berbunyi dari salah satu sudut diantara shaf ke dua shalat berjama'ah di suatu Masjid, ponsel itu berdering saat semua orang sedang khusyu' menyembah Tuhan.  

Pernah kah anda mengalami peristiwa seperti di tadi? Entah menjadi jama'ah atau justru di posisi dimana handphone-mu yang justru berdering?

Jika anda mengingat lagi momen itu, saya mencoba menebak bahwa usai shalat, banyak pasang mata dengan tatapan sinis tertuju kepada sang pemilik handphone, mungkin saja kala itu mata anda termasuk yang menatap orang itu dengan penuh kebencian.  

Sesekali coba kita renungkan, apa jadinya jika kita berada di posisi sang pemilik Handphone yang berdering saat sholat, kemudian di tatap sinis oleh banyak jama'ah.

Lebih lanjut, suatu hari seorang pengemis di usir dari sebuah Rumah Ibadah, ia dituduh akan mengotori rumah ibadah itu. 

Begitu pula seorang kawan yang tak mau lagi ibadah minggu, hanya karena dirinya sering menjadi objek penghakiman, atau yang paling sederhana adalah Agamawan-agamawan di medsos saling sindir, saling menuduh dengan Agamawan lainnya, tidak hanya itu perang opini di medsos juga merambah pada labelisasi.

Beberapa waktu yang lalu, kita dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan beberapa santri menutup telinga, saat mendengar musik. 

Tidak lama setelah viral, ada banyak sekali publik figur yang turut berkomentar atas video itu. Tidak sedikit labelisasi terarah kepada anak-anak itu; mulai dari bibit terorisme, radikal, intoleran, dst.

Hal semacam itu bukanlah barang baru di Indonesia, semenjak Pilkada DKI (menurut saya) banyak forum agama, forum diskusi yang mulai tendensiusnya mengarah kepada penghakiman yang penuh kebencian, pendeknya kalau bukan bagian dari kelompoknya, maka kita ini adalah musuh, salah dan sesat.

Sayangnya, itu tak hanya dilakukan oleh satu kelompok saja. Polarisasi yang semakin menajam membuat sentimen yang awalnya hanya berada di antara kelompok, kinin semua orang sudah seakan akan seperti Panitia Surga yang berhak menentukan keselamatan hidup seseorang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan