Mohon tunggu...
Awaluddin Rao
Awaluddin Rao Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pendidikan

Berislam Bergembira

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Tuhan, Pada-Mu Tertuju Sejuta Cerita

16 September 2021   07:16 Diperbarui: 16 September 2021   07:25 65 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Tuhan, Pada-Mu Tertuju Sejuta Cerita
Suatu hari di tepi pantai - Koleksi Canva.com

Tuhan, untuk kesekian kalinya aku nyinyir kepada-Mu
Sekalipun aku telah di hakimi pendosa oleh banyak Umat-Mu

Pada-Mu aku ingin bercerita lagi
Kali ini bukan tentang Pak Haji yang khutbah tadi
Bukan pula mengenai Takmir Masjid yang sibuk sekali

Tuhan, ini tentang mereka.
Mereka yang sering terlupakan
Padahal mereka tulus pada-Mu Tuhan.

Tuhan...
Suatu sore, saat banyak yang sibuk mengendarai mobil sepulang bekerja
Sementara itu, ada Hamba-Mu yang berada di pinggir jalan
Tidak punya mobil, motor, bahkan rumah
Mereka adalah gelandangan
Tapi Tuhan, Saat panggilan mu tiba, mereka datang dengan selembar koran untuk menyembah-Mu

Tuhan...
Saat banyak yang sibuk berebut kekuasaan
Sementara itu, di suatu pagi hamba-Mu yang lain baru saja pulang berlayar

Lihatlah Nelayan itu Tuhan
Ada yang senang, mendapatkan banyak ikan
Sisanya tersenyum, bersyukur, meski tak membuat kaya
Tapi masih bisa menafkahi anak dan istri agar kuat menyembah-Mu

Tuhan...
Saat ribuan Jutaan Hamba-Mu ke Makkah tiap tahun
Sementara itu, setiap shubuh tiba seorang kakek mengayuh sepeda
Dia tak kaya, uang nya tak cukup buat ke Arab

Tapi, Lihatlah ia Tuhan
Tak digaji, tak punya jabatan, tapi kakek itulah yang menghidupkan Musholla di sudut desa
Selepas shubuh, tak lupa ia masukkan duit receh ke dalam kotak infak
Katanya, Suatu saat Musholla ini akan ramai

Tuhan...
Aku baru saja bertemu dengan mereka...
dengan mereka yang lahir dari keluarga yang Broken Home
dengan mereka yang lahir dengan keadaan cacat
dengan mereka yang di usir dari keluarganya
dengan si yatim dan si piatu yang tak kenal orang tua nya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan