Mohon tunggu...
Awaluddin Rao
Awaluddin Rao Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pendidikan

Berislam Bergembira

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Haul Ke-16, Membaca Kembali Gagasan Pembaharuan Cak Nur

29 Agustus 2021   13:22 Diperbarui: 29 Agustus 2021   13:40 206 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Foto Cak Nur: Masjiduna.com

Tulisan ini adalah serial terakhir dari wejangan istimewa yang saya post di kompasiana spesial Haul Cak Nur ke-16. Semula saya bingung menentukan judul tulisan ini, hehe. Tapi, bagi saya konsep soal pembaharuan yang ditawarkan oleh Nurcholish Madjid sangat menarik untuk di baca kembali.

Kenapa menjadi menarik?

Melihat kondisi umat hari ini, rasanya memiliki sikap skeptimisme terhadap agama, ada banyak kekecewaan yang timbul dalam memandang wajah agama hari ini. Hal itu tidak terlepas daari bagaimana kita kehilangan Cendekiawan Muslim yang memang mampu menjadi jawaban solutif di tengah kegalauan umat hari ini.

Salah satu yang paling menonjol yang ditunjukkan oleh tokoh agama hari ini adalah sikap konservatif, sikap tertutup, yang merasa benar sendiri, sehingga mengakibatkan umat bingung harus kemana.

Inilah alasan kenapa bahwa setelah 16 tahun meninggalkan kita semua, hari ini kita layak membaca kembali gagasan gagasan pembaharuan itu.

Bagi saya setidaknya ada tiga gagasan penting dari Cak Nur:

1. Sekularisasi dan Modernisasi
Sekulerisasi bukanlah sekulerisme yang dimaksudkan barat sebagai sebuah aliran pemisahan. Namun Cak Nur memiliki arti tersendiri yaitu Menduniawikan hal hal yang bersifat dunia, dan Mengukhrawikan apa saja yang bersifat Akhirat. Pasalnya, setealah kita berikrar bahwa Tuhan itu adalah kebenaran Mutlaq, maka yang lainnya bersifat Nisbi. Maka agama tidak boleh diseret seret dalam berbagai kepentingan.

Sementara itu, Modernisasi bagi Cak Nur bukanlah Westernisasi. Menjadi modern tidak mesti mengikuti budaya barat. Tapi, bagaimana kita menjadikan agama sebagai sebuah peradaban yang memiliki konsep yang madani terhadap kehidupan. Cak Nur juga berpendapat bahwa kita mesti meninggalkan segala bentuk pendewaan terhadap makhluk, sebab itu akan menghambat peradaban.

2. Kebebasan Berpendapat
Bagi Cak Nur, kebabasan berpendapat itu mesti harus dijaga. Bukan tanpa alasan, ia mengatakan bahwa sekalipun yang digaungkan itu adalah sesuatu yang salah, maka itulah saatnya kebenaran meneguhkan dirinya, apalagi itu tentu sesuatu yang benar.

Bersamaan dengan itu, Kebebasan berpendapat memberikan potensi bagi kita untuk saling menghormati, menjaga kewarasan dan keberagaman. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan