Mohon tunggu...
Awaluddin Rao
Awaluddin Rao Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pendidikan

Berislam Bergembira

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Membaca Indonesia Dari Pandemi Hingga Baliho Politisi: Sebuah Refleksi Hari Kemerdekaan

17 Agustus 2021   13:18 Diperbarui: 17 Agustus 2021   13:28 102 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi - Koleksi Pribadi

Apa yang anda lakukan saat 17 Agustus tiba? Upacara, Mengadakan Lomba, atau mungkin tidak ngapa-ngapain? hehe

Apapun itu, di jalanan semenjak 1 Agustus kemaren  bendera merah putih sudah berkibar gagah, tidak hanya berkibar di depan sekolah dan kantor kantor, ia juga berkibar di depan rumah rakyat rakyat jelata, hingga saat 17 agustus berbagai status di berbagai platform media sosial edisi kemerdekaan berseliweran.

76 tahun telah berlalu kemerdekaan itu diproklamirkan dengan penuh semangat, atas nama bangsa Indonesia, Soekarno-Hatta. Hari ini di tengah pandemi, kita peringati kembali hari kemerdekaan itu. Anhar Gonggong, sejarawan Indonesia menuturkan bahwa saat Agustus, tibalah masa masa susah baginya, dimana ia merenung atas segenap perjalanan bangsa ini.

Saat artikel ini ditulis, saya didampingi album lagu nasional. Susah merasakan sensasi yang amat berbeda, sebuah perasaan bathin yang susah untuk di deskripsikan.

Tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk mengekspresikan kegembiraan itu hari ini. Tidak ada panjat pinang, pacu karung, dan berbagai permainan tradisonal lainnya, semalam pemerintah mengumpumkan PPKM masih diperpanjang. 

Ulasan ini hadir membawa sebuah refleksi bagi kita semua, Rakyat Indonesia. Mari kita mulai dengan sebuah pertanyaan, Sudah Merdeka-kah kita?

Secara historis, 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Kemerdekaan sebuah negara mesti mendapatkan pengakuan oleh bangsa lain. Palestina justru pada tahun 1944 mengakui Indonesia sebagai sebuah negara secara de facto. Pasca 1945, kemudian beberapa negara ikut mendeklarasikan pengakuan, seperti: Mesir, India, Australia, Suriah, Lebanon, Yaman, Belanda, dst.

Dalam proses itu, bermacam memiliki kendala kita lewati. Kita ingat saat Bung Tomo, Kyai, Santri serta  Arek-arek Suroboyo saat mengusir Inggris dari tanah kita, Lewat Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Mbah Hasyim, kemudian pidato membakar dari Bung Tomo, kita berhasil kala itu.

Dari sekelumit cuplikan sejarah di atas, tentu kita sudah mampu menjawab pertanyaan tadi, dengan lantang kita akan berteriak, "Merdeka." Namun, sesederhana itukah kemerdekaan?.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan