Mohon tunggu...
Awaluddin Rao
Awaluddin Rao Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pendidikan

Berislam Bergembira

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Tahun Baru Islam Tiba: Menyegarkan Kembali Makna Hijrah

9 Agustus 2021   14:18 Diperbarui: 9 Agustus 2021   15:37 328 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
vector: id.pngtree.com - koleksi pribadi

Saat artikel ini ditulis, kita sedang berada pada penghujung bulan Dzulhijjah 1442 H. Dimana itu merupakan penutup Tahun Baru Islam Hijriah. Artinya, sebentar lagi kita akan memasuki Tahun Baru 1443 H. Salah satu yang identik dengan tahun baru ini ialah kata Hijrah. Sebuah kata yang belakangan menjadi populer dan di berbagai kalangan.

Apa sebenarnya makna Hijrah? Bagaimana sejarahnya? Apa relevansinya dengan masa kini? serta bagaimana implikasinya terhadap dunia modern masa kini?

Di kalangan selebritis, influencer kerap kali menggunakan kata hijrah yang bertumpu pada perubahan, sehingga memunculkan asumsi bagi masyarakat awam bahwa Berhijrah itu adalah mengubah style pakaian, menumbuhkan jenggot, dan mulai menyampuri komunikasi dengan kosa kata "arab" seperti akhi, afwan, syukron.

Penulis tidak menafikan bahwa ada hijrah dalam beberapa perubahan yang tertulis di atas, tetapi penulis ingin menegaskan mengenai makna hijrah yang setidaknya bagi penulis sendiri mempunyai makna yang tidak hanya sekedar mengubah style fashion dan berkomunikasi.

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita intip sedikit mengenai sejarahnya. Secara historis, Hijrah merupakan peristiwa dimana baginda nabi meninggalkan kota Makkah dan berpindah ke Madinah, yang kemudian itu pula lah yang dimonumentalkan menjadi awal perhitungan oleh Umar Bin Khattab guna menyusun Tahun Baru Islam Hijriah. 

Lebih jauh, dalam Al Qur'an kata hijrah di ulangi sebanyak 32 kali yang termaktub dalam 17 surat dan 27 ayat. ada hal yang perlu di garis dibawahi disini bahwa dalam masing masing ayat itu memiliki tujuan yang berbeda-beda. Pada pokoknya, ada nilai-nilai fundamental, sebuah titik temu dimana kata-kata yang berulang tadi menunjukkan nilai nilai kemanusiaan yang luhur.

Salah satu ayat yang sering dipakai dalam penggunaan kata hijrah ialah Q.S. An Nisa' ayat 100: 

وَمَنْ يُّهَاجِرْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يَجِدْ فِى الْاَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيْرًا وَّسَعَةً ۗوَمَنْ يَّخْرُجْ مِنْۢ بَيْتِهٖ مُهَاجِرًا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ اَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗوَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ࣖ

100. Dan barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Dari sisi linguistik, Ahmad Warson Munawwir dalam Kamus al-Munawwir Arab-Indonesia  menyebutkan bahwa kata hijrah berasal dari bahasa arab hijratan berbentuk isim mashdar dari kata hajara-yahjuru-hajran yang artinya berupa tarakahu atau meninggalkan serta Qata’ahu yang artinya memustuskan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan