Mohon tunggu...
Awaluddin Rao
Awaluddin Rao Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pendidikan

Berislam Bergembira

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama Pilihan

Wejangan Istemewa: Titik Temu Cak Nur dan Bung Karno

5 Agustus 2021   13:22 Diperbarui: 6 Agustus 2021   10:07 126 6 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Wejangan Istemewa: Titik Temu Cak Nur dan Bung Karno
Ilustrasi Cak Nur dan Bung Karno, Vector: https://freepikpsd.com - Koleksi Pribadi

Perdebatan soal pertentangan agama dan negara bukan hanya mencuat akhir akhir ini, sesungguhnya dialegtika itu telah terjadi sejak lama. Jika Nahdlatul Ulama memiliki jargon "Hubbul Wathon Minal Iman" yang dicetuskan oleh Mbah Hasyim, Maka Soekarno dan Cak Nur bersua dalam pertemuan yang menarik soal isu isu keummatan dan kebangsaan.

Pertemuan yang dimaksud disini bukanlah pertemuan fisik yang mempertemukan Caknur dan Bung Karno, melainkan titik temu pemikiran. Kita akan mengulas titik temu pemikiran keduanya mengenai relasi antara agama dan bangsa. Kita akan memulainya dengan mengutip salah satu pidato Sang Proklamator itu "Kalau jadi Hindu, jangan jadi orang India. Kalau jadi Islam, jangan jadi orang Arab. Kalau jadi Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini."

Berbagai ekspresi tentu muncul menanggapi kutipan itu, ada yang mempertanyakan bagaimana nilai tradisi yang menjadi tempat asal agama agama itu, dari sudut pandang lain tentu ada banyak orang yang mengamini ucapan itu, bahwa menjadi orang beragama semestinya tidak menjauhkan kita dari nilai nilai Nusantara. (pernah saya bahas dalam sebuah tulisan, klik disini.)

Ulasan ini akan berupaya untuk menemukan relasi antara Beragama dan Berbangsa dalam perspektif Prof. Nurcholish Madjid dan Ir. Soekarno, sebagai salah satu ekspresi penulis dalam memperingati Haul Caknur ke-16.

1. Sekilas Soal Bung Karno Di Penjara
Pada tahun 1929, Soekarno dijebloskan ke penjara Sukamiskin, Bandung. Sebagai orang yang rajin membaca buku, sang revolusioner itu tentu tak bisa lepas dari bacaan, sayangnya ia dilarang membaca buku buku politik. Nah, inilah saat dimana Soekarno kembali mereflesikan diri dengan banyak membaca kembali buku buku mengenai ajaran Islam.

Agustus, 1933, ia kembali ditangkap, di pengasingan ini Presiden pertama RI itu kembali merenungi dan mendalami lebih jauh ajaran ajaran Islam. Hingga di asingkan kembali di Bengkulu (1938-1942), Bung Karno makin serius menggeluti pemikiran Islam, tak sampai disitu beliau juga sempat menulis beberapa artikel di berbagai media. 

2. Dari Islam Sontoloyo Hingga Surat surat dari Ende
Selain tulisan tulisan Bung Karno yang lain yang pada pokoknya menyerukan untuk menyegarkan kembali pemikiran Islam, tulisan beliau yang juga sempat memicu kontroversi adalah Islam "Sontoloyo". Ada semacam kerisauan Bung Karno melihat kondisi umat Islam yang mandek dan mengalami kejumudan.

Begitu pula apa yang ditulisnya dalam apa yang disebut dengan surat surat dari ende, yang bahkan Soekarno melihat bahwa kala itu (barangkali sampai saat ini) Umat Islam terlalu "mendewakan" fiqih dan menganggap bahwa itu satu satunya sumber ajaran agama. Padahal menurut Bung Karno, ketundukan dan sikap pasrah kepada Tuhan lah inti dari Ajaran Islam itu sendiri.

3. Api Islam: Titik Temu Cak Nur dan Bung Karno
Bung Karno menginginkan Umat ini bangkit dan menjadikan Islam sebagai "api", hidup dan terus menyala, tak mati atau bahkan habis seperti "abu". Berbagai macam gagasan gagasan Bung Karno itulah yang kemudian kelak disambut oleh Cakn Nur.

Salah satu yang paling fundamental dari titik temu itu ialah soal relasi agama dan bangsa. Jika Bung Karno lihai dalam melanggengkan nilai nilai kebangsaan kepada tauhid, maka Cak Nur adalah orang yang sangat aktif dalam menyerukan bahwa nilai nilai ketuhanan itu senafas dengan nilai kebangsaan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan