Mohon tunggu...
Awaluddin Rao
Awaluddin Rao Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pendidikan

Berislam Bergembira

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

5 Alasan Utama Kenapa Pendidikan Indonesia Belum Maju

22 Juli 2021   08:35 Diperbarui: 22 Juli 2021   08:51 441 5 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
5 Alasan Utama Kenapa Pendidikan Indonesia Belum Maju
vector: pixabay

Urutan Indonesia dalam segi pendidikan masih sangat mengecewakan. Sudah tidak menjadi hal yang mencengangkan kalau Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 yang diterbitkan pada maret 2019 lalu meneropong sekelumit masalah pendidikan Indonesia. Dalam kategori kemampuan membaca, sains, dan matematika, skor Indonesia sangat tergolong rendah. Bayangkan dari 79 negara, kita berada di urutan ke 74. 

Berbicara masalah pendidikan di Indonesia tentu amat kompleks. Apalagi jika tak mengkategorikan antara perguruan tinggi, sekolah menengah, maupun sekolah dasar. Opini kali ini akan mengajak kawan kawan berselancar sejenak untuk melihat sekelumit masalah pendidikan Indonesia, setidaknya dalam kacamata saya.

1. Tidak Punya Visi Yang Terarah
Kalau kita membuka undang undang mengenai pendidikan, mungkin saja kita akan menemukan berbagai macam defenisi soal pendidikan, bahkan di kemendikbud sendiri tertera menyoal visi pendidikan nasional. Tapi, yang saya maksud disini adalah kita tidak punya "goal" yang jelas terkait mau di bawa kemana pendidikan kita. Pendidikan kita hari ini tak ubahnya seperti kapal di tengah lautan yang tetap berlayar, tapi tak punya tujuan yang jelas. Sebelum berbicara soal sistem, semestinya kita harus punya arah terkait mau dibawa kemana pendidikan nasional 10 tahun, 20 tahun kedepan. Sehingga saat satu goal sudah tercapai, kita bisa meningkatkan ke arah berikutnya.

2. Kurikulum Yang Sudah Usang
Zaman berkembang sangatlah pesat. Dulu mungkin orang sibuk mencari cara bagaimana bisa mendapatkan pekerjaan. Tapi, hari ini orang lebih banyak berbicara soal bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan. Oleh karenanya, sistem pendidikan yang dipakai tidak boleh melulu itu itu saja, bahkan kalau ditelisik lebih jauh, untuk zamannya sendiri K13 juga tak mampu memberikan yang terbaik pendidikan kita. 

Lihatlah beberapa hal mendasar yang bisa kita sorot dari kurikukum kita: 1) Mata Pelajaran Yang Terlalu Banyak, ini menyebabkan siswa tak mampu menguasai satu bidang keilmuan dengan baik. 2) Metode Pembelajaran Yang Lebih Fokus Pada Menghafal Bukan Memahami. 3) Kurang Praktek. 4) Mendewakan Nilai, akibatnya anak anak lebih mencari cara agar nilai bagus dengan cara apapun, tapi lupa untuk menjadi cerdas. meski kita akan bisa berbedebat lagi kegunaan nilai yang menjadi tolak ukur proses belajar. Ada banyak sekali yang menjadi masalah dalam kurikulum kita, setidaknya ke empat empat poin tadi adalah hal yang mendasar.

3. Rendahnya Minat Baca
Sudah menjadi sesuatu yang tidak asing kalau kita bicara betapa rendahnya literasi kita. Anak anak Indonesia sedari kecil tidak di ajari bagaimana menumbuhkan minat baca secara intens. Bahkan fakta yang paling menyedihkan juga adalah bahwa kaum akademik sekalipun, sangat sedikit yang menulis. Sebuah fakta yang menjadi ironi kita bersama.

Saat bertanya kepada seorang teman beberapa waktu yang lalu, kapan terakhir kali membaca. Ada bahkan yang menjawab satu tahun yang lalu. Bagaimana mungkin kita akan bertaurung soal literasi, jika kaum akademik saja tidak mau buka buku dan membaca.

4. Kekurangan Kualitas dan Kuantitas Pendidik
Anak yang baik dan cerdas tentu tidak lepas dari hasil didikan guru. Tapi juga diingat, anak anak yang bertolak belakang dengan itu juga tidak boleh dilepaskan dari pengaruh guru. Indonesia tak hanya membutuhkan kualitas guru, tapi juga kekurangan guru secara kuantitas. 

Tentu permasalahan ini bukan tanpa sebab. Salah satu yang menjadi sumber penyebabnya adalah dimana guru di Indonesia tidak mendapatkan tempat yang baik dalam segi penghargaan. Gajinya pun tidak terlalu besar, apalagi guru honorer. Itulah kenapa sarjana sarjana pendidikan saat lulus banyak yang tidak menjadi guru, dikarenakan di tempat rasanya ada profesi yang llebih menjamin untuk bertahan hidup.

5. Infrastuktur Yang Belum Merata
Saya sering menyebut dalam berbagai diskusi sebuah istilah begini: bahwa apa yang didapatkan anak di jawa tidak sama seperti apa apa yang di dapatkan oleh anak anak di timur sana. Pembangunan yang kurang merata dalam segi pendidikan ini berdampak banyak bagi berlangsungnya proses pendidikan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN