Mohon tunggu...
Awaluddin Rao
Awaluddin Rao Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pendidikan

Berislam Bergembira

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Setelah Idul Adha Usai

21 Juli 2021   13:44 Diperbarui: 21 Juli 2021   14:53 71 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Setelah Idul Adha Usai
Sumber: Dokpri

10 Dzulhijjah 1442 H pun telah berlalu semenjak terbenamnya matahari kemaren. Dimana mana kumandang kalimat takbir masih dikumandangkan, hewan kurban pun masih ada yang baru disembelih hari ini, meski bukan lagi sebanyak kemaren.  

Serangkaian ritual ibadah tentu telah diselenggarakan, mulai dari takbiran, sholat ied, mendengarkan nasehat khutbah, penyembelihan hewan, hingga pada puncaknya membagikan atau menerima hewan kurban. Setelah semuanya usai, Lalu apa? bagaimana kita kedepannya? sudahkah kita mengambil hikmah dan menyiapkan sesuatu yang lebih baik setelah Idul Adha meninggalkan kita?

Idul Adha merupakan hari raya kedua setelah Idul Fitri, jaraknya keduanya pun tidak terlalu jauh, hanya di pisahkan oleh satu bulan, yaitu Dzulqaedah. Artinya, setelah Idul Adha meninggalkan kita, ada semacam kesedihan yang menyelimuti hati kita. Selain masih di tengah pandemi, kita juga masih merasakan kesedihan dikarenakan butuh waktu yang lama lagi untuk berjumpa kembali dengan hari raya umat Islam. 

Ada banyak sekali pelajaran yang kita petik dari dua hari raya ini, berbagai hikmah telah kita jemput. Sewajarnya lah kita bergerak untuk terus berusaha menjadi manusia yang lebih baik. Idul fitri meminta kita untuk kembali suci, digembleng selama sebulan penuh guna kembali ke Fithrah manusia. 

Idul Adha memberikan pesan pesan keikhlasan, penyerahan diri terhadap Tuhan. Keseluruhan itu tentu bukan saja diperintahkan pada momen tertentu saja, melainkan mesti kita aplikasikan dalam kehidupan sehari hari sampai akhir ayat kelak.

Sumber: Dokpri
Sumber: Dokpri

Ujian dalam hidup akan terus berlanjut, Ibrahim adalah seorang nabi, kelas ujiannya pun amat berat, diminta untuk mengorbankan anaknya. Begitulah kiranya hidup, semakin tinggi ranting pohon, semakin kuat pula angin akan mengguncangnya. Hari ini, ujian kita bukan menyembelih anak. Mungkin saja kita berhadapan dengan ujian takut miskin, takut berpisah dengan dunia dan harta, ujian kita hari hari ini mungkin hanyalah takut kalau jabatan di copot, dst. 

Lewat Idul Adha, semoga kita sudah belajar banyak, bahwa pengorbanan itu indah, bahwa apa yang kita miliki hari ini bukanlah sepenuhnya milik kita, melainkan ada hak orang lain serta secara hakikat keseluruhannya adalah kepemilikan Tuhan. 

Kalaulah jiwa kita telah terdoktrin sedemikian rupa, sewaktu waktu saat semuanya di ambil, mungkin kita akan ada saatnya seperti Ibrahim yang menyerahkan semuanya dengan cinta, dan perlu digaris bawahi bahwa semuanya diganti Tuhan dengan yang lebih.

Ada ujar ujar yang mengatakan, "Satu detik masa berlalu, lebih dekat 1000 tahun yang akan datang". Agaknya pepatah itu mesti seringkali direnungkan. Dzulhijjah merupakan akhir dari bulan dalam perhitungan Hijriah, kita telah sampai pada penghujung tahun, maka apakah ada yang lebih baik selain bercermin, melihat diri sendiri selama satu tahun? kemana saja? apa yang telah dilakukan?
Sudah tiba masannya merenung, bertafakur, mengingat diri, mengambil waktu sejenak untuk diri sendiri. Sudah sampai dimana kita pada 1442 h ini?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x