Mohon tunggu...
Awaluddin Rao
Awaluddin Rao Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pendidikan

Berislam Bergembira

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Idul Adha dan Celengan Cinta Mbah Lingga

20 Juli 2021   07:46 Diperbarui: 20 Juli 2021   09:24 77 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Idul Adha dan Celengan Cinta Mbah Lingga
Dokumen Pribadi

Meja panitia penerimaan hewan kurban itu ramai sekali, tidak seperti tahun tahun sebelumnya sepi. Di desa nya Mbah Lingga itu jarang sekali ada masyarakat yang berkurban sapi, biasanya cuma kambing, itupun cuma satu hingga tiga ekor saja. Bahkan pernah suatu ketika Idul Adha di desanya Mbah Lingga tidak ada yang berkurban. 

Saat orang orang sibuk berkuruman. Mbah Lingga datang bertanya "ada apa ini?", salah satu panitia menjawab "ga ada mbah, ini teman teman lagi rembukan, gimana caranya supaya Idul Adha yang tinggal seminggu lagi ini ada yang kurban di desa kita, soalnya sampai hari ini belum ada".  Panitia yang lain pun lanjut bercerita, kalaupun seandainya tahun ini tidak ada yang berkurban, akan diusahakan panitia memikirkan cara supaya tahun depan ada yang berkurban, kapan perlu kita urunan mulai dari habis lebaran Idul Adha.

Mbah Lingga pun duduk sejenak, sembari meletakkan tas di atas pahanya yang ia bawa. Usai didengarkannya cerita orang orang itu, salah seorang panitia pun bertanya, "Mbah... ga kerja ke pasar?"

Namanya Mbah Lingga, Kakek tua berumur 76 tahun. Ia adalah tukang sapu di pasar tradisional di desa, gajinya pun cuma duit iuran iuran dari pedagang yang tak seberapa, itupun dibagi kepada pengelola pasar. 

Setiap ke pasar ia selalu datang dengan wajah tersenyum bahagia, menyapa satu persatu pedagang yang ia lewati, dikenal ramah dan sehat se usia itu. Mbah Lingga bukanlah saudagar kaya, tapi ia dicintai para pedagang, selain karena ramah dan rajin, ia juga rutin untuk azan zhuhur di Musholla dekat pasar di desa itu saat orang lagi sibuk.

Tiba tiba saat panitia bertanya kenapa mbah lingga ga bekerja hari ini, Kakek tua itu tak menjawabnya, air mata nya menetes. Ia kemudian, mengeluarkan uang dari tas nya itu. "Coba kalian hitung ini, apakah cukup untuk kurban saya tahun ini? se umur umur saya belum pernah berkurban"

Ternyata duit itu dikumpulkan selama dua tahun belakangan, ia sisihkan sedikit duit dari kerjanya yang menyapu tiap hari. Dulu ia tak pernah terpikirkan berkurban sewaktu muda kata kakek itu. 

Hatinya tergerak, semenjak ia melihat dua saudara di dekat parkiran makan nasi padang dengan gulai rendang daging, sepiring berdua kedaunya mamakan satu daging itu, Mbah Lingga melihatnya keduanya makan dengan lahap. 

Maka ia memikirkan, bagaimana caranya agar ada hari dimana orang orang yang tidak pernah makan daging, pada hari itu akan makan daging dengan nikmat. Semenjak itulah kemudian ia meniatkan betapa pentingnya berbagi, sesederhana itu.

"Alhamdulillah Mbah, Uangnya cukup buat beli dua ekor kambing" ucap panitia pada Mbah Lingga. Spontan Mbah Lingga menangis dan sujud di tempat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x