Mohon tunggu...
Awaluddin Rao
Awaluddin Rao Mohon Tunggu... Mahasiswa

Berislam Bergembira

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Bertakbir Tanpa Suara

17 Mei 2021   17:10 Diperbarui: 17 Mei 2021   17:19 40 2 1 Mohon Tunggu...

Masih dalam susana Lebaran yang berbahagia, tentu kita tidak bisa melepaskan momen mulia ini dengan takbiran. Ada banyak  jenis irama dan langgam di mainkan semenjak terbenamnya matahari hingga khatib naik ke atas mimbar saat khutbah Idul fitri beberapa waktu yang lalu.  Tak hanya dalam perayaan Idul Fitri, Kalimat takbir juga kerap kali digunakan dalam berbagai kegiatan sebagai senjata. Ada yang menjadikannya sebagai penyemangat dalam memperjuangkan berbagai hal. Mulai dari menyuarakan suara rakyat, menyablonnya di kaos baju untuk di jual, bahkan tak sedikit juga yang menggunakannya untuk pemenuhan nafsu belaka demi memperoleh kepentingan pribadi saja. Dalam artikel ini, penulis mengajak kita pembaca yang budiman untuk meresapi makna takbir secara mendalam. Menjelajahi arti takbir penuh kegembiraan, agar kalimat suci itu tak hanya sampai di tenggorokan kita, melainkan masuk dan melebur dengan jiwa yang menggerak kan jasad.

AllahuAkbar, Allah Maha Besar. Sebelum melangkah lebih jauh, perlu kita ketahui bahwa kebesaran Allah pada kalimat AllahuAkbar itu bermakna segala sesuatu selain Allah amat bernilai kecil, tidak ada apa apanya. Pendek kata, Alam semesta yang amat besar ini adalah bagian dari ciptaan Allah yang Maha Besar. Jika dibandingkan dengan alam semesta yang amat luas ini kita ini sangatlah kecil, betapa kerdilnya kita di Hadapan sang Khaliq itu. Artinya setelah kita berikrar bahwa Allah Maha Besar,  semestinya kita meyakini bahwa selain Allah, itu kecil, lemah dan tak berdaya.

Seringkali ulama mengatakan bahwa takbir dalam sholat kita mempunyai banyak filosofi. Salah satunya adalah bagaimana kita membesarkan Allah dengan meninggalkan urusan duniawi sejenak, memutuskan urusan urusan itu demi mi'raj bertemu dengan Allah dengan penuh kerendahan. Kalaulah makna ini kita tarik lebih luas, betapa kerap kali takbir tidak digunakan pada tempatnya. Berapa kali kalimat suci digunakan untuk hal hal yang bersifat duniawi, berapa kali kalimat mulia itu diteriakkan dengan busung dada bernada sombong?, Dan yang paling menyayat hati adalah kalimat ini tak jarang dipakai sebagai alat permusuhan dan menjadi menakutkan.

Jika Takbir bermakna Membesarkan Allah, Maka berbagai hal yang kita lakukan dengan mengkerdilkan diri di hadapan Tuhan itu artinya kita sedang Bertakbir meski tak Bersuara. Sebaliknya, Teriakan takbir yang di suarakan tanpa merasa kerdil di hadapan Tuhan dan mengarahkan pada kesombongan, secara 'Hakikat' tak layak disebut sebagai Takbir. 

Sepantasnya lah kita mengembalikan makna Takbir itu seutuhnya. Kemampuan yang dimiliki manusia manusia hanyalah sampai pada titik berusaha dan berharap. Urusan diterima atau tidak, lagi lagi itu hanyalah hak prerogatif Tuhan yang Maha besar itu. Penting di garis bawahi bahwa Tuhan tak membutuhkan teriakan takbir kita. Maksudnya adalah tidak ada dampak apapun kepada Tuhan terkaiit takbir kita. Sekalipun seluruh penduduk bumi ini Bertakbir itu tak akan menambah kebesaran Tuhan, ia akan tetap besar selamanya, begitu pun sebaliknya. Takbir yang kita agung agungkan itu justru untuk kita sendiri, Takbir nan mulia itu akan mengantarkan kita pada pertemuan yang indah dengan Tuhan.

Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan refleksi bagi kita semua. Jangan jangan takbir kita dalam berbagai ritual ibadah pun, dilakukan penuh kesombongan, ria, sehingga menghilangkan makna takbir itu sendiri, yaitu mengecilkan diri dihadapan Tuhan. Jika dalam ritual ibadah saja kita tak menggunakan takbir dengan makna yang benar, Apalagi dalam konteks lebih luas.

Dalam skala pemaknaan yang lebih luas, Takbir memang akan teraktualisasi dalam berbagai bentuk. bisa saja itu hubungannya secara vertikal atau horizontal. Apapun itu, yang penting tetaplah merasa kecil dan rendah diri, Bertakbirlah dengan memberi makan orang miskin, Bertakbirlah dengan mengasihi orang yang menganggap kita musuh, Bertakbirlah dengan memberikan kebahagiaan pada orang orang sekitar, Pada puncaknya Bertakbirlah dengan Khalifah di muka bumi ini.

-Awaluddin Rao

VIDEO PILIHAN