Mohon tunggu...
Plum
Plum Mohon Tunggu...

Politics, Pop Culture and Trending Analysis

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Artikel Utama

Mengapa Kisah Drama Turki Berbeda dari yang Lain?

28 April 2017   15:10 Diperbarui: 29 April 2017   16:15 2967 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengapa Kisah Drama Turki Berbeda dari yang Lain?
Elif, salah satu drama Turki yang paling diminati. DIzaz.me

Berberapa tahun yang lalu saya mendapatkan kesempatan mengunjungi kedutaan Turki untuk Indonesia dan bertemu salah satu duta muda yang baru menjabat di sana. Pertemuan berlangsung selama satu jam dan jujur waktu itu saya dan teman-teman saya pada saat itu masih sangat belum siap. Sebenarnya kunjugan itu merupakan tugas dari kampus dan memang saya harus melakukan riset dulu terutama dalam masalah kebudayaan (karena ini untuk mata kuliah Antropologi) dan kami sudah harus menyusun pertanyaan sebelumnya. 

Saya menyiapkan berberapa pertanyaan yang bersifat umum saja, namun pada saat interview, semua pertanyaan tidak digunakan, karena ternyata perbincangan dengan duta muda tersebut ternyata berkembang lebih luas dan lebih terbuka. Sebagai mahasiswa yang sama sekali tidak tahu menahu tentang kebudayaan Turki, saya bertanya apakah aspek budaya yang paling dibanggakan di Turki. Duta muda tersebut tersenyum, sambil mengambil berberapa buku-buku dibelakangnya dan kemudian berkata, "literatur". 

Turki memiliki beragam jenis budaya, mulai dari tarian, seni rupa, musik, namun yang paling mereka nikmati bersama adalah literatur berupa puisi dan cerita-cerita yang mereka hasilkan dan beredar di masyarakat. Saya kemudian bertanya apa saja tema-tema yang dominan pada literatur Turki dan duta muda itu menjawab bahwa tema beragam, mulai dai perang, kehidupan namun yang paling dominan adalah tentang cinta. 

Beliau kemudian menunjukkan salah satu halaman dari buku yang dipegang sambil menuliskan salah satu puisi romantis favoritnya. Pada saat itu kami tidak terlalu mengerti karena bahasa Turki termasuk cukup kompleks, tapi kami mendapat gambaran kalau orang Turki memiliki sifat yang puitis dan dramatis dari sejarah peradaban mereka yang panjang penuh gejolak perang. 

Salah satu contoh kedramatisan ini bisa dilihat dari sejarah bendera negara mereka yang berupa bulan sabit dan bintang putih di hamparan kain merah. Diceritakan bahwa dulu Turki mengalmi banyak perang yang sangat besar, begitu besarnya tanah dan air semua terlumur darah dan kematian. Berberapa prajurit yang masih hidup tergeletak hanya mampu melihat darah, serta bintang dan bulan yang bersinar ditengah kegelapan perang. 

Begitu dramatisnya kehidupan rakyat Turki yang terhimpit ditengah gejolak perang Eropa dan Timur tengah,ini membuat peradaban mereka sangat kaya akan sejarah dan budaya. Turki yang didominasi oleh peradaban Ottoman memang cukup unik, mereka memiliki sejarah panjang kekhalifahan di Timur tengah, namun mereka juga memiliki relasi dan rasa persaudaraan yang kuat dengan Eropa. 

Tidak heran ketika literatur menjadi salah satu aspek budaya terkuat yang mereka miliki yang merupakan gabungan antara Timur dan Barat. Literatur dan kedramatisan ini kemudian dijadikan fondasi utama dari drama dan film yang mereka produksi. Kita bisa melihat beragam tema yang mereka keluarkan dari drama sejarah seperti King Suleiman, Forbidden Love (Aşk-ı Memnu ) yang merupakan kisah cinta dari novel lama Halid Ziya Uşaklıgil, action drama seperti Black Money Love (Kara Para Aşk) atau salah satu favorit saya adalah Fatmagül'ün Suçu Ne? yang juga berdasarkan skrip lama yang mengisahkan mengenai gejolak perjuangan seorang perempuan yang ingin mencari keadilan setelah ia diperkosa. 

Turki memiliki bank literatur yang cukup luas dan kaya  yang membuat production house disana tidak kesulitan dalam memilih skrip yang bisa direalisasikan. Kekayaan ini juga didorong dari bagaimana masyarakat juga sangat menikmati dan menghargai literatur dan para penulis yang mereka miliki. 

Masyarakat memiliki apresiasi yang tinggi pada cerita-cerita rakyat, cerita-cerita sejarah, bahkan puisi-puisi cintah yang kita anggap lebay di Indonesia. Banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa cerita-cerita dan literatur yang kita miliki justru membantu mendefinisikan kita sebagai suatu peradaban yang maju dan juga membantu kita untuk menghasilkan konten-konten film, sinetron dan bentuk media lainnya yang lebih berkualitas. 

Saya sering melihat banyak sekali teman-teman saya yang mengeluh mengenai perfilman di Indonesia, namun banyak yang tidak melihat bahwa untuk memperbaiki perfilman kita, harus dimulai dari pondasi cerita dulu. Ini juga berlaku pada drama Korea yang sudah booming. Pada dasarnya cerita drama korea banyak mengadopsi cerita-cerita dari literatur, komik-komik atau anime-anime Jepang dan negara Asia timur lainnya, seperti Boys Over Flower yang juga diadopsi Taiwan, Goong atau Princess Hours, City Hunter dsb. 

Jika masyarakat belum memiliki apresiasi yang tinggi terhadap cerita dan tidak banyak mau menghasilkan cerita-cerita yang sesuai dengan kebudayaan kita, maka kita akan terus mendapatkan konten seperti naga-naga Indosiar, karena memang itulah yang laku, media  berupa cerminan dari rakyat kita sendiri. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x