Mohon tunggu...
Aurelio Kimi
Aurelio Kimi Mohon Tunggu... Jurnalis - EYYYY

EYYY

Selanjutnya

Tutup

Travel Story

Liburan Akhir Semester

11 Januari 2019   09:23 Diperbarui: 11 Januari 2019   10:11 122 1 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Wisata. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

"Akhirnya saat  bel terakhir,PAS berakhir semuanya senang sekali, kecuali untuk beberapa anak, mungkin salah satu anak itu adalah anak yang selalu sedih, mungkin? Ataupun para ekstrovert? Nah, tak apa-apa, karena saya tergolong dua-duanya."

assalamu'alaikum. Dari melihat nama yang tercantum di kiri atas blog ini, nama saya adalah Kimi. Saya akan menceritakan pengalaman saya saat liburan semester 1 tahun pelajaran 2018-2019. Karena liburan saya agak membosankan, saya akan bekerja keras untuk membuatmu tidak tidur, yang yakni susah karena saya tidak suka menulis tentang liburan karena saya jarang berpergian ke tempat yang menarik.

Untuk liburan semester kali ini, saya seperti biasa pulang kampung kembali ke Yogyakarta, tepatnya kembali ke Sleman. Saya kadang-kadang tidak nyaman pulang ke kampung saya di Yogyakarta karena saya sendiri tidak mahir berbicara Bahasa Jawa. Tapi untungnya anak-anak di kampung saya bisa berbicara Bahasa Indonesia . Tapi tidak sedikit orang tua mereka yang hanya bisa Bahasa Jawa. Tidak apalah, saya di tidak pulang kembali ke kampungku untuk berisitirahat di rumah yang lebih kumuh dan bertemu dengan nenekku. 

Selain ke Yogyakarta, saya juga ke kota malang, yang membutuhkan waktu yang lama karena gpsnya menyuruh untuk turun di kota madiun dan melanjutkan perjalanan melalui kampung-kampung dengan jalan yang sempit hingga akhirnya kita sampai ke Malang.

Mengapa saya tiba-tiba ke Malang? Karena saya ingin menanjak Gunung Bromo, dengan kaki....... Nah, bercanda, tentunya dengan mobil paling boros bensin, lambat, dan semua orang suka dengan mobil itu karena alasan yang saya tidak ketahui, yaitu Toyota Land Cruiser tahun 1970- nggak tahulah, saya nggak peduli. 

Okelah, Bromo. Kita harus bangun jam 00:00 untuk dijemputi oleh orang yang sangat mengenali jalan ke Bromo sehingga dia juga berani melaju 60 km/jam melewati tikungan tajam. Apalagi tidak ada guardrail. Kita harus pagi-pagi ke Bromo agar kita bisa melihat matahari terbit. Kita mulai naik Gunung Bromo dengan Toyota Land Cruiser pada jam 02:00. 

Saat kita sudah menyampai puncaknya, banyak orang yang sudah membawa kamera dan gopro untuk merekam matahari terbitnya. Tapi namanya juga lagi musim hujan kemungkinan mendung sangat mungkin dan akhirnya kita tidak bisa melihat matahari terbit. Sia-sia kan sudah bangun pagi-pagi, udara  dah adem (kalian sih panggilnya sangat dingin) ngantuk, eh tidak bisa lihat matahari karena tertutup awan. 

Tidak apa-apalah, setidaknya ada satu acara lagi. Yaitu offroad di pasir-pasir Bromo. Walaupun mungkin offroadnya tidak seseru yang saya kira, pemandangannya bisa membantu kualitas acara ke Gunung Bromo. Yang saya ingat dari offroad itu adalah sebuah bukit bernama Bukit Teletubbies. 

Tidak banyak yang keren sih, cuma namanya aja yang lucu. Kunjungan terakhir di Gunung Bromo adalah sebuah kawah yang saking ramainya, bahkan hampir ada satu orang yang jatuh di tempat kawahnya ke dasar bukit. Untungnya sih, bau kawahnya di seburuk Kawah Ijen. 

Nah, setelah selesai berkeliling Gunung Bromo, saya kembali pulang ke Kota Malang dan melanjutkan saya pulang ke Jogja, yang membutuhkan waktu yang lebih lama karena kita harus memutari Surabaya. Mengapa? Karena kota Batu lagi sangat ramai sehingga macet yang parah/. Setelah saya pulang kembali ke Yogya, saya langsung bersiap-siap pulang kembali ke Jakarta dan menhabiskan beberapa hari di rumah sampai akhirnya masuk

Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan