Mohon tunggu...
Priscilla Aurelia Xena
Priscilla Aurelia Xena Mohon Tunggu... Freelancer - Mahasiswa

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Women Empowerment! Menguak Isu Feminisme dalam Charlie's Angels: Full Throttle (2003) dan Miss Americana (2000)

15 Desember 2020   12:05 Diperbarui: 15 Desember 2020   12:25 220
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bicara mengenai perempuan, kurang lengkap rasanya jika tidak menyinggung isu permasalahan kesetaraan gender yang sering diperbincangkan oleh para aktivis sosial. Ketimpangan antar perempuan dan laki-laki hampir sering terjadi dalam segala aspek kehidupan. Permasalahan isu komunikasi mengenai kesetaraan gender yang terjadi di Indonesia bahkan dunia mendapatkan respon yang baik.

Banyak perempuan yang menyuarakan ketidakadilan tersebut sehingga hadirlah berbagai gerakan feminisme. Gerakan feminisme tersebut sudah ada sejak akhir abad ke-18. Feminisme merupakan gerakan yang dilakukan oleh para perempuan untuk memperjuangkan sekaligus mengampanyekan persamaan hak antar kaum perempuan dan kaum lelaki atau biasa disebut emansipasi.

Respon positif dalam membangun kesetaraan di berbagai lingkup sosial juga dilakukan oleh para pembuat film. Banyak film yang menyisipkan feminisme didalamnya, tanpa disadari hal tersebut merupakan sebuah sindiran halus mengenai isu kesetaraan gender yang membawa perempuan pada sosok lemah yang tidak berarti sehingga beberapa film tersebut mengangkat sosok perempuan menjadi lebih berarti.  

Film merupakan media atau wadah bagi publik untuk menyuarakan, menyampaikan pengalaman, menyampaikan ide yang imanjinatif atau sebagai media untuk mengkritisi sesuatu. Film juga sebagai suatu media komunikasi massa dalam menyampaikan pesan melalui audio visual (Effendy, 2003). Pada saat ini film semakin naik daun, orang-orang bahkan berbondong-bondong menonton film di layar lebar menghabiskan waktu santai untuk streaming film di situs seperti Netflix, Iflix ataupun layanan streaming lainnya. Beberapa film juga memberikan segmen yang membidik secara sengaja yakni berupa pesan-pesan dari si pembuat film agar dapat diterima para audience dengan baik, serta memasukan ideologi di dalamnya.

Dalam kenyataanya, film juga tak luput dengan berbagai masalah serta isu didalamnya. Dimulai dari kontroversi film yang menghadirkan berbagai kritik termasuk politik,ekonomi, budaya dan sebagainya. Permasalahan lain seperti alur cerita yang tidak sesuai dengan realitanya serta pembajakan film yang sering terjadi khususnya di Indonesia.

Unsur Feminisme dalam Sebuah Film

Isu kesetaraan gender diatas sebenarnya juga melahirkan teori feminisme. Penulis menggunakan teori feminisme liberal yakni dimana pandangan perempuan ditempatkan sebagai seseorang yang memiliki kebebasan secara penuh dan individual. Teori tersebut meyakini bahwa perempuan harus berjuang mendapatkan sebuah peran serta melawan ketidakadilan. Beberapa aktivis feminis lain yang tidak sependapat mengatakan bahwa teori tersebut hanya akan memperkuat patriarki di lingkup masyarakat.

Tetapi sebenarnya teori tersebut berfokus pada kebebasan serta kesamaan yang berakar pada rasionalitas sekaligus pemisahan seputar ranah privat dan publik. Manusia memiliki kapasitas untuk berpikir, bertindak secara rasional begitu pun dengan perempuan.

 " Perempuan kini telah memiliki kekuatan dari segi pendidikan dan pendapatan, dan perempuan harus tetap menuntut persamaan hak serta bebas berkehendak tanpa tergantung pada lelaki ". -Naomi Wolf (Feminism Liberal Author)

Feminisme Liberal dalam Film Charlie's Angels: Full Throttle (2003) & Miss Americana (2020)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun