Mohon tunggu...
Aulli R Atmam
Aulli R Atmam Mohon Tunggu... Kompasianer

Kompasianer pemula

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Aksi Cemerlang Tatarusanu bersama AC Milan Sia-sia karena Rekan Sendiri

27 Januari 2021   21:28 Diperbarui: 27 Januari 2021   21:30 68 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Aksi Cemerlang Tatarusanu bersama AC Milan Sia-sia karena Rekan Sendiri
Ciprian Tatarusanu saat masih membela Olympique Lyon.

AC Milan dipaksa menelan kekalahan atas Inter Milan yang sekaligus membuat mereka tersingkir dari Coppa Italia 2019-2020. Di babak perempat final, Milan kalah dengan skor 1-2 dari rival sekotanya dalam laga bertajuk Derby della Madonnina yang digelar pada Rabu (27/1/2020) dini hari WIB.

Milan sempat berada di atas angin setelah mampu unggul lebih dulu lewat gol Zlatan Ibrahimovic pada menit ke-31. Keunggulan satu gol Milan bertahan hingga setengah laga berjalan. Apesnya, Milan harus menerima kenyataan satu gol mereka dibalas dengan dua gol Inter pada babak kedua. Gol penyeimbang kedudukan Inter tercipta pada menit ke-71 melalui Romelu Lukaku, sedangkan gol pembalik keadaan tercipta dari kaki Christian Erikses saat laga memasuki injury time babak kedua.

Dari sebelas pemain starter Milan plus sepuluh pemain cadangan yang dibawa pelatih Stefano Pioli, kiper Ciprian Tatarusanu bisa dibilang jadi yang paling apes. Bagaimana tidak, Tatarusanu sebetulnya mampu tampil cukup apik dengan membuat sejumlah penyelamatan cemerlang di laga dini hari tadi. Sayang, aksinya itu menjadi sia-sia akibat rekan setimnya sendiri.

Tatarusanu mampu mengamankan gawangnya kendati bola dikuasai pemain Inter di area rawan yang tak lain di dalam kotak penalti, tak jauh dari posisinya berdiri. Penyelamatan cemerlang kiper asal Rumania itu di antaranya terjadi pada menit ke-24 saat ia memblok sepakan mendatar Romelu Lukaku dari jarak dekat. Hal serupa juga ia lakukan saat Alexis Sanchez mencoba menceploskan bola ke dalam gawangnya pada menit ke-50. Hingga laga memasuki menit-menit akhir, Tatarusanu tidak henti-hentinya menampilkan aksi ciamik. Pada menit ke-83, ia juga mengamankan tembakan Achraf Hakimi dan membuat kerjasama apik antara Lukaku dengan Lautaro Martinez lewat skema satu-dua pada menit terakhir waktu normal tidak membuahkan hasil.

Dua gol yang yang membobol gawang Milan adalah wujud dari apesnya nasib Tatarusanu. Sebab, perlu diakui kedua gol tersebut tercipta karena berawal dari kesalahan pemain-pemain Milan lain. Pada menit ke-58, Milan terpaksa bermain dengan sepuluh orang setelah Ibrahimovic menerima kartu kuning akibat menjegal Aleksandar Kolarov. Kartu kuning kedua bagi Ibrahimovic karena sebelumnya ia sudah mendapatkannya setelah terlibat cekcok dengan Lukaku.

Akibatnya, tentu saja kekuatan Milan keropos sementara Inter memiliki ruang lebih leluasa untuk melancarkan serangan.

Tatarusanu mengakui sendiri bahwa kartu merah Ibrahimovic menimbulkan pengaruh signifikan. "Kami berjuang dari awal hingga akhir, itu adalah laga yang hebat namun sayangnya kartu kuning kedua Ibrahimovic mengubah laga." demikian yang ia ucapkan seusai laga seperti diwartakan Football Italia.

Adalah tekel Rafael Leao terhadap Nicolo Barella di kotak penalti yang harus dibayar mahal oleh Milan berupa pupusnya keunggulan satu gol mereka pada menit ke-71. Wasit menganggapnya sebagai pelanggaran setelah mengecek VAR dan Lukaku yang bertindak sebagai eksekutor penalti pun sukses melakukan tugasnya. Pada injury time, giliran Soualiho Meite melakukan pelanggaran terhadap pemain Inter. Tendangan bebas di posisi rawan dan menit krusial akhirnya dimanfaatkan oleh Eriksen untuk membalikkan keunggulan di pengujung laga. Akhirnya, sia-sialah rentetan aksi cemerlang Tatarusanu di bawah mistar gawang  Milan.

Seandainya Ibrahimovic mampu menahan diri untuk tidak terlibat keributan dengan Lukaku dan Leao serta Meite tidak melakukan pelanggaran, bukan tidak mungkin Tatarusanu bakal tampil menjadi bintang lapangan Milan. Ia juga bakal melanjutkan tren positif setelah di laga Coppa Italia sebelumnya mampu menjadi pahlawan Milan saat menghadapi Torino hingga babak adu penalti. 

Kita bisa berandai-andai, tetapi semua sudah terjadi. Gara-gara rekan setimnya sendiri, Tatarusanu harus menerima kenyataan tidak bisa melanjutkan kiprahnya di Coppa Italia musim ini meski mampu tampil cemerlang.



VIDEO PILIHAN