Mohon tunggu...
Aulia Rachma
Aulia Rachma Mohon Tunggu... Administrasi - pejalan, bagian dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Writing is healing.

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

"Honeymoon" di Magelang dan Yogyakarta? Bisa kok!

28 Oktober 2019   10:44 Diperbarui: 28 Oktober 2019   11:22 204
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Awalnya mau memperbanyak stok foto ig di Pinusan Kragilan. Tapi doi seperti kurang berminat. Akhirnya kami memutuskan untuk capcus ke air terjun lagi. Kali ini namanya air terjun Grenjengan Kembar. 

Hampir satu jam perjalanan menuju air terjun ke dua di perjalanan kami ini, setelah sempat tergoda mampir ke hutan pinus tempat selfie, melewati rumah-rumah penduduk, sampai akhirnya menemukan plang petunjuk nama air terjun, aku mulai ragu. Rizki tetep yakin untuk lanjutin perjalanan dengan naik motor, walau jalanannya sempit banget dan masuk hutan gitu. Gmaps juga sudah ngga begitu membantu. 

Tapi yaudah kami tetap maju. Ada beberapa spot selfie tapi kok sepi banget dan berdebu, kayak udah lama banget nggak dikunjungi. Perasaanku nggak enak, tapi suami masih yakin. Kami ngelewatin jembatan kayu yang hiasan-hiasannya udah lusuh, aku udah nyaranin balik aja, tapi nanggung katanya.

Sampai di satu titik yang doi yakin motor bakal susah ngelaluinnya, aku turun dan jalan beberapa meter ke depan. Cek sama foto yang ku browsing di sosmed, lalu sampailah pada satu kesimpulan:

Air terjunnya kering, lagi kemarau :(

Jam 3an, kami cabs pulang ke penginapan. Perjalanan sekitar satu jam sampai penginapan, lalu kami sholat ashar dan leyeh-leyeh sebentar. Jam setengah 5an, kami berangkat ke Borobudur yang cuma sepelemparan batu dari tempat kami. Belajar dari pertama kali aku ke Borobudur, siang hari, puanas banget. 

Dan memang sore hari adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi Borobudur. Suasana udah adem, nggak terlalu ramai orang, dan yaaa, view sunsetnya memang menjanjikan :)

 

sumber: dokpri
sumber: dokpri
 

Sunset di Borobudur mengingatkan aku pada momen nonton sunset di Candi Ratu Boko. Nggak bisa nyari sunset di pantai, di candi pun jadi, wkwk. Cuman ya emang kudu pinter-pinter nyari spot untuk foto (spot instagramable maksudnya). 

Kalo cuman sekedar pengen duduk-duduk nikmatin sunset sih banyak spot yang bisa ditempati. Kami nggak bisa terlalu lama di sini, karena jam 17.15 udah diumumin untuk segera turun dan capcus dari area candi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun